Jakarta - Setelah terakhir menyutradarai film fiksi panjang di layar lebar lewat Arisan! 2 pada tahun 2011, sutradara Nia Dinata kembali hadir di kancah perfilman Indonesia lewat karya terbarunya “ini Kisah Tiga Dara”.
Film yang diambil dari bait lagu klasik “Tiga Dara” karya Saiful Bahri merupakan film musikal yang penuh dengan lagu-lagu ceria serta bermakna.
“Saya tidak pernah menyangka akhirnya bisa menulis, memproduseri serta menyutradarai film musikal untuk layar lebar. Ini seperti mimpi, karena saya suka sekali film musikal, termasuk Tiga Dara, yang sering saya tonton waktu kecil dulu,” kata Nia Dinata, Senin, (22/8/2016).
“Lalu ketika tawaran datang dari SA Films untuk membuat film yang terinspirasi dari Tiga Dara, saya merasa tertantang nih. Film musikal Indonesia saja sudah jarang dibuat, apalagi film musikal yang bisa memperlihatkan karakter perempuan Indonesia yang mandiri, tangguh dan pintar. Ini tantangan buat saya, tapi saya menikmati sekali setiap proses pembuatan film ini.”tambahnya.
SA Films sendiri adalah rumah produksi yang memprakarsai restorasi digital film klasik Tiga Dara yang sudah tayang di bioskop mulai 11 Agustus 2016 lalu.
“Memang kami memutuskan untuk membuat film baru yang terinspirasi dari film klasik Tiga Dara ini sebagai persembahan khusus 60 tahun sejak Tiga Dara dirilis pertama kali tahun 1956. Lagi pula ini menarik, melihat perspektif cerita tentang tiga anak perempuan yang dulu dibuat dari perspektif pria, yaitu almarhum Usmar Ismail, sekarang dibuat dari perspektif pembuat film perempuan, yaitu Nia Dinata. Nia pun memiliki track record yang konsisten dan bagus dalam membuat film dengan isu perempuan,” ujar Yoki P. Soufyan dari SA Films.
Tentu saja yang menjadi garda depan dari film INI KISAH TIGA DARA adalah ketiga aktris utamanya, yaitu Shanty Paredes, Tara Basro, serta pendatang baru Tatyana Akman, yang terpilih membintangi film ini lewat kontes online “Mencari Tiga Dara” di awal tahun ini.
Film “Ini Kisah Tiga Dara” menandai kembalinya Titiek Puspa ke layar lebar setelah lebih dari tiga puluh tahun absen. Kemampuan akting dan olah vokal yang prima di film ini mengukuhkan posisi Titiek Puspa sebagai legenda seni budaya Indonesia.
“Saya senang bermain di film ini, karena everybody was having fun. Kalau kita senang dengan yang kita lakukan, hasilnya pun akan disenangi dan dinikmati banyak orang. Jadi saya lega, setelah absen beberapa lama, ternyata diberi kesempatan untuk menari dan menyanyi di film musikal ini.”kata Titiek.
Selain kehadiran para perempuan ini, yang juga menyegarkan film “ini Kisah Tiga Dara” adalah tiga jejaka tampan dengan kharisma yang kuat. Rio Dewanto, Reuben Elishama dan pendatang baru yang mencuri perhatian, Richard Kyle, juga untuk pertama kalinya berakting dalam film musikal.
Selain menari, Reuben Elishama pun juga menyanyikan dua lagu solo di film ini. “Saya memang suka menyanyi. Tapi di film ini, rasanya lain. Ada emosi yang kuat di lirik-lirik lagunya. Setiap kali take vocal, perasaan saya selalu larut , hanyut dalam kekuatan lagu-lagunya. Mereka benar-benar diciptakan dari hati.”katanya.
Suara emas Reuben, dan juga Titiek Puspa, serta tiga dara modern Shanty Paredes, Tara Basro, Tatyana Akman, hadir di album soundtrack Film “ini Kisah Tiga Dara” yang sudah diluncurkan pada bulan Juli lalu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU