
hariansuara.com, Rusia - Kelompok protes asal Rusia dan band punk Pussy Riot mengklaim bertanggung jawab atas empat orang yang berlari ke lapangan dan mengganggu final Piala Dunia.
Band punk mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter feed mereka Minggu (15 Juli) bahwa insiden di lapangan itu sebagai protes.
Empat orang ke lapangan di menit ke-52 menggunakan seragam polisi kuno ke lapangan dimana saat itu sedang dilangsungkan pertandingan final antara Perancis versus Kroasia yang akhirnya dimenangkan Perancis dengan skor 4-2.
Band ini mengeluarkan daftar tuntutan kepada pemerintah Rusia di Twitter termasuk membebaskan tahanan politik, mengakhiri "penangkapan ilegal" dan "memungkinkan persaingan politik di negara ini."
Mereka menjadi terkenal secara global dengan penampilannya yang menentang Presiden Rusia Vladimir Putin.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU