Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Rayakan 20 Tahun Film Kuldesak Luncurkan Buku dan Diputar Lagi di 9 Kota

Entertainment
20 Dec 2018
Rayakan 20 Tahun Film Kuldesak Luncurkan Buku dan Diputar Lagi di 9 Kota

hariansuara.com, Jakarta - Tepat 20 tahun yang lalu, film Kuldesak pertama kali diluncurkan di 3 layar bioskop di Jakarta, kemudian bertambah masing-masing 1 layar di kota Bandung, Jogjakarta dan Surabaya.

Hanya di 6 layar bioskop Kuldesak disambut meriah dan menghasilkan lebih dari 100.000 penonton, angka yang fenomenal untuk jumlah layar yang begitu minim.

Dalam peringatan 20 tahun film ini, Mira Lesmana, Nan T. Achnas, Riri Riza, dan Rizal Mantovani sebagai Sutradara film ini juga meluncurkan buku.

Riri Riza, mewakili Kuldesak Network, menyampaikan, “Selain untuk menampung arsip-arsip serta dokumen-dokumen Kuldesak yang selama ini tersebar dan tercecer di berbagai tempat, buku ini juga bertujuan untuk menceritakan kembali bagaimana sebuah karya film dikerjakan di tengah kemelut ekonomi, sosial dan politik, dari 1995 sampai 1998. Dan tentunya juga buku ini adalah album kenangan bagi semua yang terlibat dalam proses film Kuldesak.”

Kuldesak dikerjakan secara gotong royong dengan mengerahkan jejaring pertemanan yang dimiliki empat sutradaranya, mulai dari asisten produser, aktor dan aktris, penata kamera, penata artistik, editor, penata suara, dlsb. Dengan keras kepala dan diselingi spontanitas, Kuldesak dijadikan siasat, seperti ‘lokomotif’ yang menarik gerbong-gerbong, bergerak menuju tujuan bersama: menghidupkan kembali film Indonesia yang sedang buntu saat itu.

Buku dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) 20Kuldesak: Berjejaring, Bergerak, Bersiasat, Berontak yang dikonsep dan disunting oleh Mirwan Andan, berisi foto-foto dokumentasi cuplikan adegan dan jepretan di balik layar hingga hasil pindaian tumpukan dokumen sepanjang penggagasan, pembuatan dan penyebaran film Kuldesak.

Teks pendampingnya berupa tulisan-tulisan yang terbit di berbagai media massa cetak sekitar 1997 dan 1998, antara lain artikel-artikel yang ditulis Leila S. Chudori, J.B. Kristanto, dan Tam Notosusanto, juga disertai tulisan dan wawancara para pemerhati film Indonesia, seperti jurnalis Angga Rulianto dan kritikus serta konsultan program film asal Singapura Phillip Cheah.

Dua tulisan panjang membahas Kuldesak secara teoritis yang pernah terbit di Jerman dan Inggris karya dua Indonesianis asal Amerika Serikat, Dahlia Gratia Setiyawan dan Dag Yngvesson, turut melengkapi buku ini.

Selain itu, dihadirkan juga tulisan kontribusi empat penulis dari latar belakang berbeda, membahas empat etos kerja yang berlaku dalam produksi Kuldesak yang menjadi anak judul buku ini, mereka adalah: Neng Dara Affiah (aktivis perempuan, penulis serta pengajar sosiologi di Universitas Nahdlatul Ulama dan UIN Syarif Hidayatullah); Irma Hidayana (vokalis latar band Efek Rumah Kaca, salah satu pendiri inibudi.org dan kandidat doktor ilmu kesehatan masyarakat di Columbia University, AS), Nirwan Ahmad Arsuka (penulis dan inisiator sekaligus penanggung jawab platform gerakan literasi Pustaka Bergerak dengan sekitar 2.000 simpul dan 15.000 relawan di seluruh Indonesi), dan Azhari Aiyub (sastrawan penulis novel Kura-Kura Berjanggut, pendiri Komunitas Tikar Pandan, Banda Aceh dan penerima Kusala Sastra Khatulistiwa pada 2018 dan Free Word Award dari Poets of All Nations pada 2005).

Acara peringatan 20 tahun film Kuldesak ini tidak hanya ditandai dengan peluncuran buku, namun juga menyajikan Pameran Sehari Arsip Kuldesak serta pemutaran film Kuldesak dengan file hasil digitasi dari materi film print 35mm. Kuldesak merupakan omnibus yang terdiri dari empat segmen cerita yang dijahit jadi satu, masing-masing ditulis dan disutradarai oleh Mira Lesmana, Nan Achnas, Riri Riza dan Rizal Mantovani.

Ceritanya memfokuskan diri pada empat tokoh anak muda yang dihadapkan pada beberapa masalah yang berbeda-beda di kota metropolitan Jakarta pada pertengahan 1990an.

Khusus pemutaran film Kuldesak akan dapat dinikmati lebih banyak penonton pada 30 Desember 2018 nanti, hanya satu hari dan hanya satu kali penayangan, di 9 kota: Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Semarang, Solo, Malang dan Padang.(*)

(Foto: Sutradara Kuldesak / Istimewa)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X