Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

"Onomatiska Pamit" Jadi Konser Terakhir Onomastika

Entertainment
23 Mar 2019
 "Onomatiska Pamit" Jadi Konser Terakhir  Onomastika

hariansuara.com, Jakarta - Setelah 20 tahun berkarya, tiba saatnya bagi band atau kelompok musik kota Gresik, Onomastika mengucapkan kata pamit. Dengan menggelar sebuah konser tunggal bertajuk “Onomastika Pamit”, band ini tegas menyatakan diri mereka benar-benar mundur dari gemerlap panggung.

“Padahal idealnya sebuah band tidak harus menunggu sebuah panggung untuk memperkenalkan albumnya, melainkan harus berinisiatif menciptakan panggung itu,” ungkap Irfan Akbar, Manajer Grup Musik Onomastika.

Hal ini lantas mendorong Yayasan Gang Sebelah, selaku yayasan nonprofit berskala nasional yang menaungi Grup Musik Onomastika untuk menginisiasi sebuah konser tunggal bertajuk “Onomastika Pamit" pada Sabtu, 23 Maret di Gedung Nasional Indonesia, Surabaya.

"Onomastika Pamit" sendiri bermaksud bahwa Onomastika ingin pamit kepada masyarakat Gresik khususnya dan pendengar mereka di seluruh Indonesia. “Dalam Kamus Beşar Bahasa Indonesia, kata pamit adalah permisi akan pergi (berangkat, pulang). Rencana tour ke luar kota atau pergi membuat album baru adalah gagasan ‘Pamit’ itu sendiri.

Nantinya konser ini akan direkam secara langsung dan akan dirilis dalam bentuk “Album Live: Onomastika Pamit”. Konser ini juga akan mengangkat konsep situasi pesisir Kota Gresik, karena lagu-lagu yang dibawakan oleh Onomastika merupakan hasil alih wahana dari puisi. Karya almarhum Lenon Machali, seorang sastrawan besar asal Gresik.

Agar publik dan pendengar Onomastika dapat mendukung mereka untuk terakhir kalinya, grup ini bekerjasama dengan Kolase.com.Dalam konser terakhirnya ini, panitia berharap konser tunggal sebuah band di Gresik akan menjadi tradisi. Tidak hanya Onomastika, berlaku juga untuk band-band yang lain. 

“Untuk mendukung langkah tersebut, konser ini nantinya tidak hanya tentang penampil dan penonton, namun akan berupaya membentuk ekosistem musik yang sehat dengan cara mengadakan Record Store Day, mengkampanyekan karya musik sebagai aset kota, merangkul kolaborator untuk tampil, mengembangkan literasi musik, mengumpulkan jaringan dan pelaku semestanya,” tegas Shandy Anata, Ketua Yayasan Gang Sebelah.

Onomastika sendiri tahun lalu sempat merilis sebuah mini album Hujan Pertama yang berisi lagu-lagu seperti; Hujan Pertama, Sendiri, Hening, Kepada yang Lalu, Jam Tenang, dan Perahu Sampanmu. Materi mini album ini telah dirilis pada pada tanggal 28 Oktober 2018. Setelah melewati beberapa panggung, mini album Onomastika juga dirilis untuk digital music store seperti Spotify, iTunes, Joox, Deezer, Amazon dsb.

Sementara dalam “Onomastika Pamit”, Onomastika akan tampil membawakan total 10 lagu yang nantinya akan dimasukkan dalam “Album Live: Onomastika Pamit”. Enam lagu yang sudah ada dari album “Hujan Pertama”, dan sisanya dari lagu baru yang juga dari proses alih wahana puisi ke musik, di antaranya; Lelaki Di Dermaga, Pasar Loak, Hujan Keringat Tawar, dan Musim.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X