
hariansuara.com, Jakarta – Volunteer Konser Amal ChildAid Asia 2017 (KAA 2017), Andrea Hotwani mengakui, ajang konser amal ChildAid Asia 2017 ini bukan dari kalangan artis terkenal, namun dari kalangan yang ingin belajar seni.
“Mereka yang tampil bukan sekedar bertalenta, apalagi dia orang-orang yang belum mampu, tapi mereka berbakat dan mereka ingin belajar soal seni. Jadi mereka belajar beberapa proses kayak audisi, di interview dan dilatih untuk bisa berkumpul disini untuk konser bersama,” ujar Andrea yang akrab disapa Dea kepada Hariansuara.com.
Menurut dia, panitia telah bekerja dari awal tahun atau sejak Januari tahun ini, dan dirinya menjadi Volunteer diajakain rekannya. “Karena saya tertarik dibidang ini mulai mencari sponsor, membantu mengurusi anak-anak, jadi membantu menghandle sejak Januari,” ungkap Dea.
Untuk pendanaan, lanjut dia, mulai pencarian sponsor, donator itu sejak di bulan Mei ini sudah digiatkan untuk mendapatkannya. “Kita mulai fokus pencarian dana sejak 4 bulan yang lalu mulai mencari sponsor, sumbangan sukarela, dari donator, orang tua, penjualan tiket ‘open’ dimulai sebulan hari H pelaksanaan, dari orang yang ingin mendonasi dananya ke Yayasan Sehati ini. Ada juga perusahaan Santori (Singapura), memberi sponsor pada kita.sekitar Rp 50 juta,” beber Dea.
Dea mengungkapkan, meskipun ada perasaan was-was maupun beban masalah takut ada masalah yang akan terjadi, namun dirinya tetap bekerja secara maksimal. “Saya pribadi merasakan sukanya bertemu teman baru dari negara lain, ini juga termasuk bakti sosial dan lebih banyak enaknya dalam mengerjakannya,” tutur dia.
Dea berharap, untuk konser ChildAsia ini di tahun depan, ‘performance’ dari negara lain bisa lebih banyak lagi dan Yayasan Sehati bisa menjangkau anak-anak yang bertalenta bisa dibimbing dengan baik.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU