
hariansuara.com, Jakarta - Teng Hui, Inspirator dan Motivator, mengatakan semua orang dalam kehidupan tidak terlepas dari hambatan yang bisa menyebabkan kesedihan hingga penderitaan. Dan ketangguhan merupakan kekuatan batin bermula dari upaya mengatasi hambatan dalam rangka mempertahankan tujuan yang ingin dicapai.
"Tujuan di sini tentu mengacu ke hal yang baik dan benar yang ditimbulkan oleh kesadaran akan makna hidup yaitu melenyapkan penderitaan. Tidak ada orang yang mau bersedih walau barang sebentar, karena kesedihan adalah penderitaan. Akan tetapi kesedihan, termasuk juga kesenangan, adalah bentuk perasaan yang merupakan salah satu unsur batin selalu menyertai batin, menjadi warna batin.
Untuk menghindari kesedihan, orang perlu menumbuhkembangkan nilai luhur yang dalam prosesnya diperlukan sebuah kualitas diri yang disebut, ketangguhan. Demikian catatan inspirasinya yang diterima hariansuara.com.
Di sisi lain, ketangguhan seseorang ditentukan oleh tingkat kesadarannya dalam mengatasi kesedihan. Jika tingkat kesadarannya rendah, ia hanya akan menggunakan perasaan. Ia condong meluapkan emosi dirinya dengan marah-marah sampai berteriak, merusak benda, bahkan menyakitkan orang lain sampai merusak diri sendiri serta rawan melakukan bunuh diri.
Pada situasi seperti ini, yang ada padanya adalah emosi negatif yang cenderung menambah permasalahan ketimbang mengatasinya. Ia bagaikan menyirami api dengan minyak, ibarat membersihkan meja kotor dengan air ludah, dan menjadi sumber keputusasaan dan kondisi menyerah.
Jika tingkat kesadarannya sedang-sedang, orang, setelah beberapa saat terperosok dalam kekalapan dengan berteriak atau menangis, cenderung menggunakan logika untuk keluar dari kesedihan. Pada tingkatan ini situasinya masih rawan menimbulkan energi negatif yang bisa menimbulkan putus asa dan kondisi menyerah.
Jika tingkat kesadaran seseorang itu bagus, maka ia mengatasi kesedihannya dengan mengutamakan pemikiran, yaitu logika. Pada tingkatan ini, jika ia mendapat kesedihan, mungkin masih bisa mengatasinya dengan menutupi kesedihan, misalnya dengan mengalihkan perhatian. Umpamanya, mengalihkan fokus konsentrasi diri dengan mencari kesenangan indrawi.
Ketangguhann seseorang dalam hidup dinilai cukup baik jika ia tidak sampai putus asa maupun menyerah. Ia selalu berpatok pada logika dalam mencari solusi. Jika tingkat kesadaran seseorang penuh, ia akan secara sadar dan waspada mengatasi kesedihan dengan cara melenyapkan kotoran batin berupa nafsu keinginan, keserakahan, kebencian, dan keakuan. Di sisi lain, dengan menumbuhkan nilai kearifan dengan salah satunya memahami bahwa semua akan berubah.
Teng Hui mengatakan dengan pandangan demikian, ia bebas dari kesedihan, dan karenanya bebas pula dari penderitaan. Di tingkat ini seseorang menjadikan diri sendiri sebagai sosok yang tangguh sejati dalam kehidupannya.
Ketangguhan sejati adalah kesadaran dengan penuh kewaspadaan dalam kehidupan untuk memahami makna kehidupan sejati demi terbebas dari kesedihan. Dengan begitu, ia pun terbebas dari penderitaan serta keputusasaan maupun menyerah. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU