Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Kenali Lebih Dekat Apa Itu Karakter Bijaksana

Inspirasi
19 May 2018
Kenali Lebih Dekat Apa Itu Karakter Bijaksana

hariansuara.com, Jakarta - Teng Hui, Inspirator dan motivator mengatakan karakter bijaksana merupakan sifat batin yang sangat penting untuk melenyapkan kotoran batin. 

Teng Hui berujar karakter bijaksana adalah tabiat, kepribadian, sifat-sifat kejiwaan yang selalu menggunakan kesadaran, akal-budi, kepandaian, pengalaman dan pengetahuan dengan arif, tajam, teliti, cermat dan waspada dalam pikiran, ucapan dan tindakan. 

Menang tanpa mengalahkan karena menang atas dirinya sendiri dengan mengalahkan musuh terbesar yaitu melenyapkan kotoran batin sendiri berupa nafsu keserakahan, kebencian, keakuan dan kebodohan batin. 

Tinggi tanpa merendahkan adalah wujud dari kemuliaan hati melalui laku luhur yg dipraktikkan, termasuk berendah hati, bisa menghargai keberhasilan orang lain dan lainnya.  Karena kemuliaan hati yg dimiliki itulah seseorang disanjung, diagungkan, ditempatkan di posisi tinggi.

Leluasa tanpa menyulitkan adalah wujud dari ketulusan berbuat baik untuk mengurangi kesulitan orang lain. Dan karena banyak melakukan kebajikan dengan tulus kepada orang lain itulah ia mendapat keleluasaan dari lingkungannya, terutama orang-orang yang ingat budi jasanya.

Memahami tanpa melecehkan adalah wujud dari kasih sayang terhadap orang-orang yang belum beruntung, dari manapun sisinya, dibandingkan dengan dirinya. Sikap demikian ini tercermin dari kualitas seseorang yang diwarnai kasih sayang dalam hatinya. 

Menasehati tanpa menyindir adalah wujud dari empati.Tujuan menasehati untuk memberikan pemahaman atas kekeliruan, keburukan, atau ketidakpatutan untuk lalu bisa ada perubahan sikap. Nasihat yang muncul dari empati berangkat dari kebaikan pihak yang dinasihati, yang berbeda dari demi pelampiasan emosi pihak yang menasihati. 

Mengajari tanpa menggurui adalah wujud dari kerendahan hati. Tercermin dari sikap sebagai guru yang mampu mengajari dengan kerendahan hati, bukan demi pengakuan sebagai yang superior dari pihak yang diajari.

Memberi tanpa berharap adalah wujud dari keikhlasan. Ikhlas berarti lega, dan lega berarti bahagia. Kerelaan inilah yg menjadi tujuan memberi, bukan pengharapan lainnya. Kerelaan mengandung ciri bersih hati. 

Baik tanpa menjelekkan adalah wujud dari kebaikan. Jika baik dengan menjelekkan bukanlah kebaikan, karena orang menjadi baik itu pasti tanpa menjelekkan.

Benar tanpa menyalahkan adalah wujud dari kebenaran. Orang yang memegang kebenaran tidak perlu menyalahkan karena kebenaran itu sesungguhnya tak pernah menuntut si pemegang untuk menyalahkan lainnya. Ini ciri orang memahami kebenaran. 

Mundur tanpa marah adalah wujud dari kesabaran. Tindak mundur adalah supaya tidak menjadi sampah dari orang yang berniat menyingkirkan.  Ini adalah cerminan seorang bermental tangguh. 

Menegur tanpa mencela adalah wujud dari kelurusan.Tujuan menegur untuk membantu seseorang supaya tidak salah jalan, bukan harapan dianggap sebagai penguasa. Pemberian jalan kebenaran adalah bukti kelurusan hati. 

Menerima hinaan tanpa balik menghina adalah wujud bebas dari dendam. Orang bijak berprinsip bahwa menghina orang yang menghina adalah tindakan lebih hina. 

Selalu belajar dan berlatih untuk berperilaku mawas diri dengan teguh, bersikap lentur, dan bertujuan luhur adalah karakter bijaksana. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X