Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Burhan Bullion '99 Stable': Wiraswasta Kunci Pertahanan Ekonomi Keluarga

Inspirasi
23 Aug 2018
Burhan Bullion '99 Stable': Wiraswasta Kunci Pertahanan Ekonomi Keluarga

hariansuara.com, Yogyakarta - Ditemui di kediamannya, Rumah 99 Stable Mendungan, Giwangan, Yogyakarta, finance consultant Burhan Bullion berbagi rahasia kesuksesannya sebagai pelaku ekonomi. Kesemua masukannya merupakan intisari dari perjalanan karir dan bisnis yang ditekuni dan didalaminya dengan sepenuh hati.  

Di Yogyakarta, nama Burhan Bullion, bukan 'orang baru' di dunia bisnis, terutama agro flora dan peternakan aneka fauna. Yang hebatnya, ia tak mau sukses sendiri. Ia terus menularkan kesuksesan kepada keluarga dan orang-orang di sekelilingnya. Tercatat sejumlah nama karyawannya yang kemudian mengikuti jejaknya menjadi wiraswastawan sukses. Ini yang membuatnya bahagia.

"Dalam situasi ekonomi sekarang, pertahanan ekonomi yang kuat adalah dengan berwiraswasta di dalam rumah tangga. Sah saja bekerja di perusahaan, namun kondisi itu selalu ada batasan, seperti standarisasi gaji atau UMR. Untuk itu, saya tanamkan kepada keluarga, istri dan anak-anak, buatlah suatu kegiatan wiraswata yang kalian sukai, sekaligus membangun kekuatan ekonomi untuk kesejahteraan hidup," ujar Burhan, kebapakan. 

Bagaimana caranya? Pertama, ujar Burhan, hidupkan dulu semangat dan ketertarikan pada berwiraswasta. Buka mata dan hati lebar-lebar ke sekitar kita, serta pelajari komunitas-komunitas yang menghasilkan secara ekonomi sebagai wacana. Tidak apa menjadi karyawan di suatu perusahaan, sambil menggeluti bisnis sebaik-baiknya, tanpa mengganggu aktivitas selaku karyawan. 

Dicontohkan, putranya, Taulan, karyawan di sebuah hotel. Sebagai ayah, Burhan memotivasinya untuk memiliki jiwa wiraswasta, mencari celah bisnis di luar kantor yang dapat ditekuninya. 

"Bagus sekali anak saya ini bekerja di hotel, karena banyak hal bisa dipelajarinya di sana, seperti mempraktikkan bahasa asing. Kebisaan ini bermanfaat sekali dalam bisnisnya mengimpor ayam dari Thailand, misalnya," urai Burhan.

Kedua, tanyakan pada diri sendiri, bidang wiraswasta mana yang dipilihnya. Dicontohkan Burhan pada keluarganya. Sang istri tercinta, Endang Sri Rejeki, punya ketertarikan dan kebisaan dalam jahit menjahit. Ia buatkan workshop atau studio jahit, lalu sang istri mengajak temannya ikut serta. Di sini desain busana dibuat, lalu dijahit sebagai master baju untuk dibuat secara massal di konveksi, lalu dijual ke masyarakat. 

Begitupun kepada anak-anaknya yang lain. Sinta pun menekuni bisnis berdagang tas dan Fitriana menggeluti bisnis kuda, mengelola manajerial istal kudanya di Salatiga. Ia mengurusi bersama timnya, mulai dari breeding, horse riding, horse racing hingga mortaging kuda. 

Ketiga, terjun langsung dengan persiapan yang akurat, analisa bisnis yang matang dan bertanggung jawab. Masukan kepada orang tua, berilah kepercayaan kepada anak untuk mandiri mengelola bisnis masing-masing. Cukup bersikap tut wuri handayani, memotivasi anak dengan menanyakan progres bisnis, ada kesulitan apa dan memacunya untuk peka akan perkembangan dunia bisnis yang terkait bidangnya. 

Keempat, mempertajam kepekaan diri melihat situasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Bisnis kuda, dicontohkan Burhan, punya peluang ekonomis yang tinggi, seperti menyuplai kuda-kuda untuk kebutuhan Pekan Olahraga Nasional, atau pada lingkup lebih kecil, di antaranya dapat memenuhi kebutuhan kuda untuk pariwisata dan olahraga tunggang kuda.

Ditambahkannya, memelihara kuda banyak kelebihannya. Selain kuda pacu yang nilainya paling tinggi, bisa dijual menjadi kuda tunggang tatkala dalam perjalanannya kuda itu mentok di satu titik prestasi. Bahkan kuda yang hamil sekalipun masih bisa difungsikan sampai masa persalinannya untuk menarik andong. Kehamilan kuda justru semakin kuat jika ia diberi kegiatan fisik yang signifikan. Belum lagi kotoran kuda bagus untuk pupuk atau kuda sumba yang dapat diperah susunya.

Kelima, cari terus informasi di sekitar kita kekuatan dan potensi ekonomi yang selamanya tidak hilang. Lalu, buat diversifikasi bisnis yang bisa melibatkan orang banyak. Di situ, kata Burhan, Anda akan memiliki man power yang bisa mendukung memajukan kegiatan bisnis Anda. Nah, membangun ekonomi dari rumah akan menguatkan ekonomi keluarga, sekaligus juga secara tidak langsung melahirkan pelaku-pelaku bisnis baru, mengajak lingkungan di sekitar memetik manfaatnya, sehingga semua hidup sejahtera dan bahagia. 

"Saya mengurus 'anak' dari kecil, Maryanto namanya. Saya ajarkan dia budidaya tanaman, dari menyetek, membasmi hama dan merawatnya hingga tumbuh bagus. Sekarang, dia sudah sukses, kaya dan punya lahan luas untuk budidaya tanaman," kisah Burhan, yang bahagia 'anak-anak' yang telah berhasil diajaknya menjadi wiraswatawan berhasil. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X