Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Pertama dari Indonesia, Mahasiswa UMS Taklukkan Puncak Tertinggi Mongolia

Inspirasi
24 Sep 2018
Pertama dari Indonesia, Mahasiswa UMS Taklukkan Puncak Tertinggi Mongolia

hariansuara.com, Jakarta  - Tim Mahasiswa Muslim Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Surakarta (Malimpa UMS) berhasil mencapai puncak tertinggi Mongolia. 

Adalah Iqbal Nuri Anam (mahasiswa Teknik Sipil UMS) dan Ajeng Nutri Hidayati (mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi) yang tergabung dalam Malimpa UMS International Expedition (MUIE) 2018 berhasil mencapai Puncak Khuiten di ketinggian 4.374 mdpl pada Rabu (19/09/2018).

Kedua mahasiswa UMS itu juga mengibarkan bendera Indonesia serta bendera UMS di Puncak Khuiten 4.374 mdpl, TN Altai Tavan Bogd, Mongolia. Dilansir dari laman UMS, Senin, (24/9), Iqbal mengatakan bahwa Potanin glacier menjadi saksi bisu atas perjuangan mereka.

“Potanin glacier sepanjang 14 kilometer menjadi saksi bisu perjuangan penjelajahan kami. Ini membanggakan karena kami adalah pendaki pertama dari Indonesia yang menapakkan kakinya di puncak tertinggi Mongolia,” tambahnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pendakian ini tak lepas dari berbagai kendala, salah satunya Ajeng Nutri sempat mengalami gejala Frostbite atau radang dingin. Kondisi itu ketika jaringan tubuh membeku dan rusak oleh paparan suhu rendah pada jari kelingking dan jari manisnya.

Sekembalinya dari gunung, tim Malimpa UMS International Expedition (MUIE) melanjutkan kegiatan riset khazanah Islam di Suku Kazakh Nomads selama beberapa hari ke depan sampai kembali pulang ke Indonesia pada Kamis (27/9/2018) mendatang. 

Selain itu, Ajeng juga mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk menaklukkan puncak Khuiten Mongolia. Pengalaman mendaki Khuiten Peak akan menjadi pengalaman pertama kedua mahasiswa tersebut dalam mendaki gunung es. Untuk itu, mereka telah melakukan latihan untuk persiapan khusus selama beberapa bulan.

Ekspedisi ini juga mengemban misi riset menguak khazanah peradaban Islam di Mongolia, yakni suku Khazak Nomads yang tinggal di kaki pegunungan Altai Tavan Bogd Mongolia. Ajeng menambahkan bahwa dalam penelusuran mereka, suku tersebut hidup secara nomaden. Hal ini dirasa menarik bagi mereka sehingga mereka tertarik melakukan riset terkait suku tersebut. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X