
hariansuara.com, Jakarta - Manusia, demi bisa bertahan hidup damai bahagia, memerlukan kebutuhan hidup berupa makan, minum, oksigen, obat-obatan, pakaian dan tempat tinggal serta pengetahuan. Ini semua adalah kebutuhan tubuh untuk bertahan hidup.
Lepas dari kebutuhan tubuh, jarang sekali orang menyadari adanya kebutuhan batin atau spiritual, yang sejatinya adalah poros kehidupannya. Laparnya kebutuhan tubuh mudah terdeteksi, tetapi laparnya batin jarang yang menyadari.
Menu makanan batin berupa kemarahan dan kebodohan, Kebencian, iri hati, dan kesombongan, tipu daya dan kebohongan, keserakahan dan kekikiran, delusi dan kesenangan indra, teman yang tidak baik adalah makanan beracun yang bisa mematikan batin, menjadikan kita hina.
Sedangkan, menu makanan batin berupa kebijaksanaan dan ajaran tentang pemahaman hidup yang baik dan benar untuk melepas kotoran batin dan mencapai kebebasan, urah hati dan beramal, Kesabaran dan keteguhan, cinta-kasih dan welas-asih, simpati dan empati, moralitas dan etiket, sahabat yang bijaksana adalah makanan suci yang menjadikan kita mulia
Kebodohan dan kemalasan menyebabkan orang tidak memahami kebaikan dan kebenaran serta realita hidup. Akibatnya, batin menjadi lapar, rapuh, dan mudah keracunan. Batin yang rapuh menjadi tempat berkembangnya kotoran batin, yaitu keserakahan, kebencian, kemarahan, iri-hati, sehingga batin menjadi sakit.
Ketika kotoran batin tumbuh berkembang tanpa terdeteksi oleh kesadaran yang baik dan benar, batin cenderung menjadi sakit. Sakit batin berdampak buruk sekali, seperti memicu tindak pembunuhan, pemerkosaan, menjadi anak durhaka, perampokan.
Jika batin yang sakit tidak terobati, kondisi sakit batin akan mengarah ke Kematian Batin. Sebagai makhluk manusia, orang yang mati batinnya menjadi sangat fatal karena dapat mendorongnya untuk tidak berperikemanusiaan, misalnya dengan melakukan pembunuhan masal, menjadi pengacau ketenteraman komunitas dengan apapun yang ia lakukan dianggap kebenaran dan kebanggaan.
Dengan didasari oleh kesadaran penuh dan kewaspadaan, orang yang bermeditasi mengembangkan batin dengan mengasup menu makanan batin yang suci akan menjadikan hidupnya terhormat dan mulia.
Teng Hui, Inspirator
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU