
hariansuara.com, Jakarta - Ketika seseorang memiliki kekuatan keyakinan yang kokoh kepada kebaikan dan kebenaran serta realita hidup, ia dalam menjalani kehidupan akan selalu berada pada kebaikan dan kebenaran serta realita hidup.
1. Kekuatan Keyakinan
Ia begitu yakin sehingga apapun yang terdapat di dalam ajaran Kebaikan dan Kebenaran serta Realita Hidup, akan ia pelajari dengan seksama, renungkan, buktikan, dan praktikkan, sehingga mampu mengetahui manfaat dari penerapan Kebaikan dan Kebenaran serta Realita Hidup.
2. Kekuatan Semangat
Kekuatan Semangat dapat diarahkan pada pengikisan hal-hal yang bersifat negatif, semangat dalam menghindari perbuatan jahat, semangat dalam memupuk perbuatan baik dan benar, serta semangat dalam memunculkan Kebenaran.
3. Kekuatan Kesadaran
Menumbuhkan Kesadaran yang terdapat dalam diri yaitu sadar betapa penting dan bermanfaatnya berbuat baik dan benar serta sadar betapa merugikannya hasil dari perbuatan buruk, sehingga memiliki pengendalian dalam berpikir, berucap, dan bertindak.
4. Kekuatan Keteguhan
Kekuatan Keteguhan bisa dilatih melalui Meditasi, sehingga seseorang dapat mengendalikan pikiran karena pikiranlah yang mengendalikan kehidupan ini.
Semua perbuatan, baik atau pun buruk, bersumber dari pikiran. Hanya saja, karena prosesnya begitu cepat, pemikir biasa tidak dapat menyadarinya. Selalu melatih Keteguhan sama halnya memupuk kesadaran, namun untuk melakukan latihan meditasi ini dibutuhkan kesadaran.
Maka dari itu, antara Kesadaran dan Meditasi serta tiga kekuatan yang lainnya tidak dapat dipisahkan karena merupakan kekuatan yang saling bergantungan.
5. Kebijaksanaan
Kebijaksanaan bisa didapat dari mendengar dari para bijaksanawan atau bisa timbul dari pemikiran sendiri. Seperti halnya dengan empat poin di atas, kebijaksanaan pun saling bergantungan dengan keempat poin tersebut. Keberadaan dan perkembangan kelima hal di atas saling berkaitan.
Contoh: jika Kekuatan Keyakinan tidak diimbangi dengan Kebijaksanaan, maka akan terjadi keyakinan yang membuta, Keyakinan yang terjadi tidak dilandasi dengan penglihatan benar dan pembuktian, sehingga tidak jarang hasil dari keyakinan seperti ini akan menjerumuskan dan membentuk sesosok pribadi yang fanatik, sulit menerima kebenaran di luar dari dirinya.
Begitu juga Semangat, jika tidak dilandasi dengan Keteguhan, akan muncul Semangat berkobar-kobar di luar kontrol sehingga menjadi tidak fokus, labil, dan guncang. Terlebih, jika tidak dibarengi Kebijaksanaan, Semangat cenderung mengarah ke sikap intoleran hingga ke tindak kekerasan yang ujungnya adalah merugikan dirinya sendiri dan lingkungannya.
Teng Hui, Inspirator
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU