Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Rugi Jika Dengki Ada Dalam Diri

Inspirasi
27 Jan 2019
Rugi Jika Dengki Ada Dalam Diri

hariansuara.com, Jakarta - Dengki adalah perasaan tidak suka, marah, benci karena iri yang amat sangat kepada orang lain atas keberuntungan atau kerberhasilannya. 

Tanpa ia sadari, kedengkian sesungguhnya memberikan kekuatan yang amat sangat negatif padanya, termasuk jenis keburukan yang amat sangat merugikan diri sendiri. 

Orang sering terjebak, jatuh ke dalam kuasa kedengkian, lalu tampil dengan sikap-sikap buruknya, yaitu menjelekkan, menuduh, menghasut, memfitnah, menjatuhkan, menyingkirkan. 

Kalaupun kedengkian mendatangkan sejenis rasa puas, kepuasan itu berlangsung amat sangat sekejap dan berlumur dengan rasa pahit, tegang, panas, terhimpit, gelisah yang tidak lain adalah nama lain penderitaan.  Keberadaannya menjadi negatif secara total. 

Melalui kesadaran penuh, orang tidak sepatutnya membiarkan diri dikuasai kedengkian karena hidupnya justru akan menderita, dan kerugian pasti menimpa.  Kehidupannya bukannya menjadi lebih baik, tetapi menjadi mundur, baik secara mental maupun secara fisiknya. 

Satu hal penting yang perlu disadari bahwa dengan mendengki orang secara langsung atau tidak langsung telah merendahkan dirinya sendiri, menghina dirinya sendiri. 

Alasannya adalah pada umumnya orang yang ia dengki adalah mereka yang stratanya lebih tinggi atau keberhasilannya lebih unggul dibandingkan dirinya. 

Orang tentu tidak mengiri terhadap orang lain yang berkondisi di bawahnya. 

Dengan iri dengki pada orang lain, itu berarti ia merasa tidak mampu menjadi sepertinya. Dan, anggapan bahwa dirinya tidak mampu menjadi seperti dia itulah yang dimaksud sikap perendahan terhadap diri sendiri, penghinaan terhadap diri sendiri.

Di sisi sebaliknya, orang patut turut bersyukur dan berbahagia atas keberhasilan orang lain, apalagi adalah sahabat sendiri.  Jika memungkinkan ia perlu belajar darinya, meminta saran dan nasihat dari sahabat yang telah berhasil itu. 

Dengan sikap demikian ini, rasa pahit, tegang, panas, terhimpit, gelisah yang tidak lain adalah nama lain penderitaan tidak perlu ia rundung, sebaliknya Rejeki, Keberuntungan, dan Keberhasilan, niscaya menyertai hidupnya.  Siapa akan sangka pula ia bisa berhasil lebih baik daripada sahabatnya.(*)

Teng Hui, Inspirator 

(Foto: Ilustrasi / Istimewa)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X