
hariansuara.com, Jakarta - Harta adalah kekayaan berwujud dan tidak berwujud yang bernilai kemanfaatan yang dimiliki seseorang.
Orang pada umumnya ingin mempunyai harta berupa materi karena dengan itu ia merasa akan bahagia. Hal yang tanpa dia sadari bahwa bersamaan dengan banyaknya harta berupa materi yang ia peroleh, ketakutan atas harta menyelimutinya.
Ia takut hartanya dicuri, dirampok, ditipu, atau musnah terbakar. Untuk mengurangi rasa takutnya, ia sehingga melakukan berbagai cara pengamanan, termasuk mengasuransikan hartanya dengan membayar sejumlah uang premi.
Ada satu jenis harta, bukan harta materi yang merupakan harta sejati. Disebut sejati karena harta itu tidak bisa hilang dicuri atau dirampok, tidak bisa rusak atau tidak bisa musnah terbakar.
Harta itu adalah berupa kebaikan. Harta berupa kebaikan sesungguhnya merupakan asuransi dari alam semesta dan tanpa premi.
Kita bisa menggunakan materi untuk bederma, yang berproses dari harta meteri menjadi harta sejati berupa kebaikan yang selalu setia bersama pelakunya.
Asuransi terbaik dan gratis di dunia ini adalah berbuat kebaikan dan kebenaran karena tidak bisa hilang dicuri atau tidak bisa musnah terbakar.
Harta berupa kebaikan adalah harta sejati, walaupun fisik hancur karena kematian, tidak ikut hancur bersama kematian.
Perbuatan baik dan benar dengan bederma, bertata susila, mengendalikan nafsu keinginan, dan mencegah keburukan adalah harta sejati kita semua.(*)
Tenghui, Inspirator
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU