Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Peluk Cium Orang Tua 'Imunisasi' Bagi Anak Kelak Jadi Pribadi yang Tangguh

Inspirasi
31 Jul 2019
Peluk Cium Orang Tua 'Imunisasi' Bagi Anak Kelak Jadi Pribadi yang Tangguh

hariansuara.com, Jakarta - Pakar psikologi perkembangan anak sepakat, bahwa bayi yang sejak kecil banyak mendapatkan pelukan dan ciuman dari orang tuanya akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan 'tahan banting'. Mental dan jiwanya kuat dalam menghadapi kondisi tersulit sekalipun. Pendek kata, jauh dari stres maupun depresi. Apa pasal?

Jawabannya ada dalam jurnal ilmiah di National Academy of Sciences. Diuraikan, bahwa pelukan dan ciuman ayah-ibu kepada bayinya ibarat imunisasi yang akan mengaktifkan produksi endorfin dan oksitosin pada diri anak. Kedua hormon ini mampu mengurangi ketegangan dan tekanan pada syaraf, dan efeknya terus terbawa hingga anak tumbuh dewasa. Ia cenderung merasa nyaman, aman, dan punya kontrol diri yang kuat dalam menghadapi masalah.

Tidak itu saja. Anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari orang tua, yang ditunjukkan melalui pelukan dan ciuman, saat dewasa ia lebih cerdas dari teman sebaya yang jarang atau sama sekali tidak pernah dipeluk dan dicium.

Peluk cium orang tua membuat anak merasa bahagia. Dan, pada saat happy itulah, sel-sel otak anak akan kuat tersambung, yang kemudian meningkatkan kualitas Intelectual Quotient (IQ) secara optimal. Semakin anak merasa bahagia, sel-sel otaknya makin banyak yang terkoneksi dan berkembang, maka kian bertambah cerdaslah ia. Kemampuan akademiknya jadi lebih tinggi.

Nah, yang ditemukan oleh tim riset kesehatan di St. Louis di Universitas Washington, hippocampus (pusat belajar dan ingatan di otak yang merespons terhadap stres) pada anak yang sering dipeluk dan dicium tampak berkembang 10% lebih besar. Ini yang membuat anak kelak menjadi orang dewasa yang mampu beradaptasi di segala situasi dan jauh dari stres. 

Bahkan, secara sosial, bayi yang kenyang akan pelukan dan ciuman dari orang tuanya cenderung memiliki perkembangan social quotient (SQ) yang lebih tinggi. Karena kebutuhan batinnya untuk bahagia telah terpenuhi, maka ia mampu berbagi empati kepada sesama, peka akan kesulitan orang lain, supel dan ramah dalam pergaulan. Saat ia dewasa dan berumah tangga, ia pun akan menularkan sikap simpatik ini kepada anaknya. 

Yang menarik lagi, dan ini wajib diketahui para orang tua, bahwa bayi yang sejak lahir sering dipeluk dan dicium dengan hangat oleh orang tuanya akan memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. Andai tersisa sel-sel patogen pada kulitnya, ini akan terhirup oleh ibunya, lalu kembali disalurkan kepada bayinya lagi melalui air susu ibu sebagai antibodi. Imunitasnya otomatis akan meningkat dan ia jadi tak mudah sakit. 

PRIME TIME TO KISS & HUG

Memeluk dan mencium bayi silakan Anda lakukan di sembarang waktu. Kapan saja dan di mana saja. Tetapi menurut para pakar, ada momen-momen khusus yang merupakan 'prime time' untuk menumpahkan rasa sayang Anda kepada si buah hati. Kapan sajakah itu?

Pastikan, saat menjelang anak pergi tidur atau bangun. Pelukan dan ciuman sebelum anak tidur akan menenangkan hati dan membuatnya bahagia. Tidurnya pun akan nyenyak. Seperti diulas sebelumnya, hati anak yang bahagia ini akan memungkinkan sel-sel otaknya tersambung dan berkembang sehingga otaknya cerdas. Mendekap dan mencium baby saat ia terbangun juga akan membuatnya bahagia dan nyaman. 

Kapan lagi waktu utama untuk mencium dan memeluk anak? Ya, tepat sekali, yaitu ketika anak moody atau sedang bersedih. Pelukan hangat dan ciuman penuh kelembutan di kening maupun pipinya akan mengobati hatinya yang terusik.

Anda juga bisa menunjukkan kasih sayang kepada buah hati Anda tatkala ia menunjukkan kemajuan dalam perkembangan keseharian. Baby Anda bisa bertepuk tangan, spontan beri dia pelukan dan ciuman. Ia akan belajar bahwa yang dilakukannya adalah sesuatu yang positif, dengan melihat respons baik dari orang tuanya. 

Nah, Ayah-Bunda, banyak sekali hal positif yang diserap oleh buah hati Anda dengan Anda memberinya pelukan dan ciuman. Kenapa tidak Anda sering-sering memeluk dan mendaratkan kecupan sayang padanya? Kelak Anda sebagai orang tua yang akan tersenyum gembira melihat anak tumbuh dewasa, bahagia, dan menjadi pribadi yang tangguh. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X