Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Kaya waktu

Inspirasi
10 Nov 2019
Kaya waktu

hariansuara.com, Jakarta - Filsuf Emerson mengatakan, "Jika Anda ingin memperbaiki hidup Anda, mulailah dengan memperbaiki waktu Anda". 

Banyak orang yang tidak menghargai waktunya dengan layak, bahkan menghambur-hamburkannya. Padahal, kehilangan yang tak akan pernah ditemukan lagi hingga kapan pun adalah kehilangan waktu. 

Sementara orang berkilah, bahwa kehilangan satu waktu, tenang saja. Toh masih ada banyak waktu yang lain. Sementara yang disebut dengan ‘waktu lain’ itu adalah waktu yang hilang itu atau waktu itu, bukan waktu lain. Dua waktu itu berbeda. 

Untuk waktu yang telah hilang itu, tiada seorang pun mampu mendapatkannya kembali. Dan sesungguhnya, kehilangan waktu itu setara dengan kehilangan rentang umur kita atau nyawa kita, karena umur atau nyawa tidak lain adalah kumpulan waktu per momen atau peristiwa dari lahir hingga mati.

Waktu adalah unsur penting untuk memberikan arti bagi hidup kita. Sama seperti semua orang, kita hanya memiliki waktu sebanyak 24 jam dalam sehari. Sebanyak apa pun kesibukan yang kita hadapi tidak dapat diselesaikan dengan menambah waktu menjadi lebih dari 24 jam sehari. Kita hanya memiliki satu pilihan: menggunakan waktu seefisien mungkin!

Satu hal terpenting yang perlu dijadwalkan dalam penggunaan waktu kita adalah kesempatan untuk 'pengembangan diri'. Jika kita tidak berkembang, maka kita hanya akan mendapatkan kondisi yang sama seperti selama ini kita dapatkan. Kecuali jika kita sudah merasa puas dengan apa yang kita peroleh selama ini, dan selebihnya merupakan faktor kebetulan. Sedangkan kebetulan itu tidak selalu menguntungkan. 

Uniknya, setiap kali kita berbicara tentang pengembangan diri sering terbentur dengan kalimat ‘saya tidak punya waktu’. Belajar, kursus, berlatih bahkan membaca pun tidak punya waktu. 

Padahal, bekerja keras saja tidak akan membuat kita berkembang jika yang kita kerjakan adalah hal-hal yang bersifat rutinitas dan yang mudah-mudah saja. Bekerja keras baru akan besar artinya jika dalam proses bekerja itu kita juga mengiringinya dengan berusaha keras untuk 'mengembangkan diri'. 

Kita tidak akan pernah mendapatkan waktu untuk apa pun, jika kita tidak mengaturnya secara berdaya guna, memilah-milah hal yang patut dikerjakan dan dicapai.

Orang yang pandai mengatur waktu secara berdaya guna maka itulah yang disebut orang yang paling 'kaya waktu'. (Teng Hui, pengusaha dan motivator).

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X