Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Kiat Bisnis Batik Tuti 'Hassa' Survive di Saat Pandemi Covid-19

Inspirasi
15 Aug 2020
Kiat Bisnis Batik Tuti 'Hassa' Survive di Saat Pandemi Covid-19

hariansuara.com, Yogyakarta - Tuti Hassa, sapaan akrab Sri Sugihastuti, pengusaha sekaligus pengrajin Hassa Seragam Batik Jogja. Lebih dari 10 tahun ibu tiga anak ini menekuni industri batik, mulai dari mendesain motif batik, mewarnai dan menjahitnya sesuai permintaan model pakaian yang diinginkan konsumen. 

Ada keunikan dari Seragam Batik Jogja khas Hassa ini, konsumen bisa mengajukan corak, warna, bahan, ukuran dan desain seragam. Istilahnya, customized. Bahkan sampai logo komunitas atau organisasi dan perusahaan Anda bisa mereka buatkan dan cetak pada seragam batik. 

“Ciri khas batik Hassa warnanya cerah, meski kami bisa membuat sesuai pesanan masing-masing konsumen,” ujar Tuti riang. Senyum ceria tak pernah lepas dari wajahnya yang njawani. “Pendek kata, di Hassa ini pelayanan pembuatan seragam batik costumized, jadi bisa dibuat sesuai keinginan konsumen, sampai buat logo pun bisa.”

Karenanya, tak heran jika sejak berdiri, Hassa telah menerima banyak sekali pesanan seragam dari berbagai komunitas, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kementerian, instansi, hotel, kampus, sekolah sampai keluarga di Indonesia. Pesanan tak pernah henti. Omzetnya bersih ratusan juta per bulan, setelah dikurangi untuk biaya produksi untuk gaji karyawan, bensin, listrik, telepon maupun peralatan kantor.

Meski sudah sukses, Tuti bersama sang suami, Isa Fitra Cornika, terus melakukan inovasi di perusahaan mereka, baik di bidang produksi maupun pengembangan cara dan strategi bisnis. Dari segi produksi, terus meningkatkan kualitas dan varian motif batik, sedangkan pengembangan cara dan strategi bisnis dengan mengaplikasikan kecanggihan teknologi informasi. Mereka aktif di jejaring sosial dan sosial media seperti facebook, twitter maupun instagram.

Intinya, sepasang suami-istri yang kompak ini ingin batik semakin meluas dicintai oleh seluruh masyarakat Indonesia, bahkan go international. 

Kiat Survive di Tengah Pandemi Covid-19

Desember 2019 virus Corona mulai muncul di Wuhan, China lalu dengan cepat merebak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia yang pertama ditemukan pada 2 Maret 2020. Sekejap, virus Corona Covid-19 ini menyebar dan menumbangkan banyak korban jiwa. Bisnis pun melesu dalam lima bulan terakhir. Apakah pandemi Covid-19 juga berdampak pada Hassa? 

“Alhamdulillah, Mbak..., masih jalan meskipun turun,” demikian jawab Tuti Hassa  diplomatis melalui whatsapp. Ia sedang berada di Yogyakarta, tetap mengurusi bisnisnya bersama suami dan tim Hassa Seragam Batik Jogja. 

Tuti tetap optimistis dan bersyukur masih bisa berjalan, sementara tak sedikit para pelaku bisnis lainnya yang mengeluh omzetnya terjun payung, padahal berbilang tahun usahanya melaba. Bahkan Tuti tak pelit berbagi ilmu ketika hariansuara bertanya tentang kiatnya bisa survive di tengah pandemi.

“Pertama, semakin mendekatkan diri kepada Allah, dan yakin Allah Maha Kaya. Kedua, melakukan penyesuaian strategi,” urai Tuti. Apakah itu?

Di antaranya, mengurangi ‘beban’ dengan merumahkan sebagian pegawai. Sedangkan pegawai yang aktif adalah yang memang bisa berkontribusi di era pandemi. Sistem gaji diubah berdasarkan beban kerja yang ada. Jadi, bukan lagi fixed cost, melainkan sebagai HPP (harga pokok penjualan). Pengeluaran untuk gaji dihitung sebagai komponen modal. 

Di samping itu, melakukan penghematan di semua lini. Kemudian menyapa pelanggan-pelanggan lama, sekadar menanyakan kabar, bersilaturahmi, dan setidaknya mereka akan tahu bahwa kita ada dan ingat pada mereka. 

Meski kondisi bisnis pada umumnya tengah lesu, kegiatan inovasi produk tetap berjalan, hanya tentunya disusaikan dengan kondisi pasar. Di Hassa, misalnya kata Tuti, membuat masker dan lampin batik. Suaminya bersama tim meng-handle Hassa, sedangkan Tuti sendiri giat membuat pivot business

“Pilihan saya melakukan pivot business adalah membuat makanan. Turun ke dapur memang passion saya dari dulu. Inilah salah satu berkah ya di balik pandemi. Saya jadi bisa menggeluti pengembangan bisnis ke kuliner yang saya sukai,” ujar Tuti, gembira. 

Namun, di atas strategi bisnis untuk bertahan di era pandemi Covid-19, Tuti menggarisbawahi pentingnya mendekatkan diri kepada Allah, bertawakal dan meyakini Allah Maha Kaya. "Hidup-mati kita ada dalam genggaman-Nya. Allah yang menjamin hidup kita,” tandas Tuti, yang berjanji di kali lain akan berbagi ilmu lagi tentang kiat berbisnis bebas riba. Tunggu ya! (*) hab/mel, Foto: Dok Pribadi

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X