Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Pesan Bah Udin, Tentara Veteran RI: Milenial, Hormati dan Hargai Jasa Pahlawan

Inspirasi
11 Nov 2020
Pesan Bah Udin, Tentara Veteran RI: Milenial, Hormati dan Hargai Jasa Pahlawan

hariansuara.com, Garut - Wajah AE Syamsudin (83) tertunduk sambil memegangi album foto yang terdapat kenangan penting. Memorinya teringat rekan-rekan senior pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah wafat.

Syamsudin merupakan purnawirawan dengan pangkat Sersan Mayor (Purn). Tentara veteran yang akrab disapa Bah Udin itu kini hanya bisa beraktivitas sehari-hari di atas kursi roda.

Dari rumah yang sederhana di Tarogong Kid, Kabupaten Garut Jawa Barat, ia menyampaikan pesan khusus untuk generasi milenial saat ini. Pesannya agar generasi muda sekarang hormati jasa para pahlawan yang berjuang memerdekakan RI dari penjajah. 

Udin berharap milenial saat ini tergerak hatinya mengisi kemerdekaan dengan loyal dan tak melupakan sejarah perjuangan.

"Kalau dulu kita mesti perang sampai mati ya, tapi generasi sekarang, anak-anak muda milenial itu, tugasnya melawan ego masing-masing. Melanjutkan kehidupan merdeka. Hargai, hormati  jangan lupa jasa pahlawan," kata Bah Udin saat ditemui hariansuara, Senin, 9 November 2020.

Dia punya cerita penting semasa jadi tentara aktif. Ia bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan di usia senja. 

Pria dengan 13 cucu ini menceritakan pengalaman jadi tentara dengan ikut jadi bagian kontingen Pasukan Perdamaian Dunia dari Indonesia. Tak hanya itu, ia juga pernah terlibat dalam penumpasan antek-antek Partai Komunis Indonesia (PKI) di era Soeharto.  

Pun, ia juga dipercaya jadi salah satu tentara yang terlibat dalam penangkapan pimpinan DI/TII Kartosoewirjo dan komplotannya. Kata dia, operasi tersebut berlangsung pada 1968 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kemudian, saat Bah Udin jadi bagian Yonif Linud 305/ Tengkorak yang saat itu bermarkas di Tarogong, Kabupaten Garut pada tahun 1975. Kenangan penting saat itu, ia ditugaskan menuju Timur Tengah untuk bergabung dengan Kontingen Garuda VIII/2 pimpinan Kolonel Inf. Gunawan Wibisono saat itu.

Dia menyebut wakil komandannya ketika itu adalah Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi yang masih berpangkat Letnan Satu.

"Nah, waktu itu kami bertugas di Timur Tengah. Kami bertugas kurang lebih satu tahun untuk jaga perdamaian di kawasan Suez perbatasan antara Mesir dan Israel kala itu," tuturnya.

Mengakhiri pembicaraan, Udin dengan mata berkaca-kaca pun berpesan kepada hariansuara. Ia meminta media massa ikut terlibat dalam mengisi perjuangan kemerdekaan negara. 

"Tetap semangat wartawan-wartawan muda. Dulu ada Rosihan Anwar. Sekarang kalian, jangan takut menulis kebenaran," sebutnya. (*) hab/lia       FOTO: IST/HS

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X