Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Kisah Haru Gilang, Bocah 11 Tahun Gantikan Peran Kepala Keluarga

Inspirasi
27 Dec 2020
Kisah Haru Gilang, Bocah 11 Tahun Gantikan Peran Kepala Keluarga

hariansuara.com, Jakarta - Sebanyak jumlah manusia di atas bumi, maka sebanyak itu pula kisah hidup mereka. Ada yang gembira, tapi ada pula yang menyayat hati. Namun, kisah bocah berumur 11 tahun bernama Gilang di Pondok Kelapa Raya, Jakarta Timur membuat kita terhenyak. Mawas diri, sekaligus bercermin.

Anak seusia Gilang boleh jadi sedang asyik bermain sepeda dengan kawan-kawannya. Tetapi anak yang satu ini begitu istimewanya. Di masa kanak-kanaknya ia mengambil alih tanggung jawab mendiang ayahnya, Rachyanto, sebagai tulang punggung keluarga. 

“Gilang ‘kan anak sulung, Bu. Jadi, seperti pesan Almarhum Bapak sebelum meninggal, Gilang harus bantu Mama dan adik-adik,” ujar Gilang Sabil Ramadan, nama panjangnya.

Kewajiban Bayar Cicilan Motor

Kehilangan kepala keluarga sebagai pencari nafkah bukan ujian yang ringan bagi seorang perempuan. Terlebih bagi Dewi Agus Rianti. Ia harus menjadi orang tua tunggal untuk mengurusi dan membesarkan empat anaknya—Gilang dan tiga adiknya, Ikhtiara (10), Yordan (7) dan Aluna (2,5). Biaya hidup di Ibu Kota Jakarta sungguhlah besar. Bersyukur, kata Bu Dewi, kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang menanggung biaya pendidikan anak-anaknya. 

Meminta bantuan dari keluarga, tidak tega, karena kondisi mereka terbatas. Ada yang jadi pemulung, pengamen sehingga pada masa pandemi COVID-19 ini bertambah-tambah susahnya. Keseharian, perempuan asal Medan itu berjualan kopi seduh dan jajanan kecil. Setidaknya bisa menyambung hidupnya bersama anak-anak. 

Persoalan yang harus dihadapi tak cukup sampai di situ. Ia harus menyelesaikan tagihan motor yang diambil almarhum suaminya. Untuk makan saja mesti bekerja keras, ini harus menyiapkan 759.000 untuk bayar cicilan motor setiap bulan.  

“Almarhum suami dulu mengambil motor bukan buat gaya-gayaan, tapi buat ngojek untuk penuhi kebutuhan hidup keluarga kami. Namanya takdir, kita tidak bisa menghindar,” ujar Dewi, yang kemudian berusaha menghubungi kantor leasing, meminta pertolongan karena kondisi keluarga sepeninggal Almarhum.

 

Namun, karena pembelian motor atas nama Dewi, bukan sang suami, maka perjanjian pencicilan itu tidak bisa digratiskan atau dianggap lunas. Cicilan tetap harus dilunasi. Saat ini dari 29 kali cicilan, tinggal 13 kali untuk pelunasannya. 

“Saya sampai nangis segala sminta dibantu, tapi tetap tidak bisa. Akhirnya saya ngomong ke Gilang, ‘Bagaimana nih, Lang? Kalau Mama nggak bisa bayar motor, motornya ditarik sama dealer. Saya tidak tega sama anak, tapi terpaksa. Alhamdulillah langsung si Gilang nanggapin, ’Biar Gilang Ma yang bayar motor Bapak,” ujar Dewi bersyukur Allah berikan anak yang sholeh baginya.

Gilang putar otak, lalu mencari jalan keluar. Ia pun meminta izin ke pemilik restoran dekat rumahnya untuk jadi tukang parkir di sana. “Alhamdulillah, saya boleh parkirin mobil di situ, bisa kumpulin uang buat cicilan motor,” kata Gilang dengan tawa riangnya, menunjukkan foto ia sedang menyerahkan uang cicilan motor Rp759.000 kepada petugas leasing

Kini sehari-hari, Gilang terus memarkir kendaraan di restoran itu untuk mengumpulkan uang mencicil motor. Ia juga anak yang pandai bersyukur dan berterima kasih. Simak di akun fb almarhum ayahnya, Rachyantobojez, anggota GROUP DRIVER GOJEK SE JABODETABEK!!!! Pada 23 November 2020, pukul 15.15, Gilang menulis: 

Assalamualaikum om om dan tante gojek semua salam satu aspal,nama sy sy kerja sebagi tukang parkir,semjak bpak sy yg kerja sebagi gojek onlen Meninggl,sekarng sy yg menggantikan beliau mencari nafkah buat bantu  keluarga, Alhamdulillah hari ini sy udh bayar motor bapak,minta bantu doanya y om om dan tante gojek semoga sy dan kluarga sehat walafiat Salam satu aspal y om" — merasa bersyukur.

Di kali lain, sebagai rasa syukur akan kebaikan hati pemilik restoran tempatnya bantu parkir, Gilang ganti mempromosikan tempat makan itu. Tulisnya:

Assalamualaikum buat teman teman yang kepingin nongkrong,atau miting kantor bisa hadir d Rumah Lapak Kuliner kami yang beralamat jalan pondok kelapa raya,kami banyak menyediakan berbagai macam makanan mulai dari kerak telor,nasi kucing, nasi bebek,jus,pecel lele,dimsum,nasi goreng, kerang rebus,tutut, gurita berbagai rasa,kansu berbagai macam rasa juga,jd cocok buat anda anda yang pecinta Kuliner monggo mampir k Rumah Lapak Kuliner terima kasih.”

Dewi terharu dengan berkah yang Allah berikan, anak-anak yang sholeh-sholehah, terutama Gilang yang mau mengambil alih peran mendiang suaminya jadi tulang punggung keluarga. Motor yang terus dicicil Gilang itu tak lain sebagai modal mencari uang untuk membiayai keluarga. 

“Niat saya ngepost foto-foto Gilang di facebook bukan minta diviralkan, tapi Gilang bilang sama saya, cuma ingin membuktikan kepada para ojol (ojek online—Red), ‘Ini lho, saya Gilang. Walau susah, masih bisa bantu orang tua. Yah, cuma buat inspirasi.  Bukan buat viral,” pungkas Dewi.

Sementara itu Gilang berjanji akan terus ikhtiar membantu ibu dan adik-adiknya. “Ini tanggung jawab Gilang. Dan Gilang ingin bahagiakan mereka. Untuk Bapak, semoga Bapak selamat dan bahagia di akherat. Gilang selalu kirim Alfatihah buat Bapak. Gilang juga bersyukur, Alhamdulillah, sampai sekarang ada orang baik yang mengizinkan kami buat tinggal d rumahnya. Gilang ingin jadi TNI Angkatan Darat,” ujar Gilang tentang cita-cita dan pengharapannya ke depan. (*) sari/mel    Foto: Dok Gilang

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X