
hariansuara.com, Jakarta - Maria Monique Happy Home (MMHH) program staycation bagi para difabel yang membutuhkan tempat bermalam 1-2 hari tatkala sedang keperluan berobat atau pun melakukan terapi di rumah sakit.
Sejauh ini, program MMHH telah berjalan di luar negeri, di antaranya baru lalu di Thailand.
Di Indonesia sendiri diawali dengan menyediakan rumah sederhana di Semarang. Bersyukur kemudian bertambah 1 rumah indah di Dago Pakar, Bandung milik Bapak Sidarto Danusubroto, anggota Wantimpres.
"Dengan perkenan Tuhan, kini 8 hotel di bawah bendera Marriott International berkenan menerima anak-anak difabel dan berkebutuhan khusus untuk menginap. Terima kasih Mr Arun Kumar, Chairman Marriott Bussiness Council Indonesia,” ujar Natalia Tjahja, pendiri Yayasan Maria Monique Lastwish.
Sebaliknya, Arun Kumar menyampaikan suka cita telah bekerja sama dengan Yayasan Maria Monique Lastwish untuk anak-anak difabel.
“Kami bahagia dapat terlibat dalam Maria Monique Happy Home, program staycation istimewa untuk anak-anak istimewa. Kami berkomitmen membangun kesetiakawanan yang kuat dengan sesama masyarakat, dan menemukan makna di setiap aksi yang kami lakukan dengan membuat perbedaan di masyarakat. Selamat datang anak-anak istimewa di hotel kami. Enjoy the hotel,” ujar Kumar, hangat.
Program Maria Monique Happy Home di hotel Marriott International di Jakarta ini melibatkan 8 hotel Marriott, yakni The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan;

The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place; JW Marriott Hotel Jakarta; Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Four Points by Sheraton Jakarta, Thamrin; Aloft South Jakarta; The Mayflower, Jakarta – Marriott Executive Apartments dan The Westin Jakarta.
Hadir Siti Marifah, anak tertua Wakil Presiden Ma'ruf Amin sekaligus tokoh peduli difabel. Ia tergugah untuk terus bisa support kegiatan Yayasan Maria Monique Lastwish dengan difabel. Anak-anak ini memiliki kelebihan, baik di bidang fotografi, seni lukis maupun seni suara.
Tampak juga Emily Norris, Cultural Attaché US Embassy. Chandra Motik yang merupakan tokoh sentral di balik ihwal berdirinya Yayasan Maria Monique Lastwish. Kemudian Rektor STAI Shalahuddin Al-Ayubi Jakarta Eno Syafrudien, lalu Sidarto Danusubroto, dan Harnoto Darsono, serta para GM hotel-hotel Marriot International.
Sebagai catatan, Yayasan Maria Monique sejak berdiri pada 22 Desember 2006 lalu berdedikasi merangkul anak-anak difabel, anak-anak dengan kebutuhan khusus maupun orang lanjut usia yang perlu bantuan.
Program regular mereka antara lain menyalurkan donasi kursi roda, Maria Monique Happy Rooms, Maria Monique Happy Fashion, Charity Songs for the World, Charity Movie for the World, Movie Boccia, Asia Cooking Journeys dan kini Maria Monique Happy Homes. Berkolaborasi bersama untuk membuat sesama yang membutuhkan bahagia. (*) MTS Foto: YMM Lastwish
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU