hariansuara.com - Bakti sosial giat mulia yang amat dicintai Sang Khalik. Sebab, dengan memberi kepada sesama berarti telah peduli terhadap keadaan sesama. Jauh dari egoisme.
Bahkan di banyak kajian acap kita dengar gambaran kelak di akherat, Tuhan Yang Maha Pencipta menanyakan saat hisab, "Untuk apa harta yang Aku titipkan kepadamu di dunia? Mengapa kau biarkan perut-Ku lapar?"
Tentu, 'Aku' di sini bukan berarti Allah yang lapar, melainkan merujuk kepada manusia ciptaan-Nya yang diuji dengan kekurangan harta. Karenanya, Allah memberi pahala sangat besar kepada insan yang gemar berbagi kepada sesama.

Berangkat dari keluhuran nilai berbagi itulah, Hj Tea Oemar, isteri dari H Iwan Rachmansyah Abdulkadir sekeluarga dan para sahabat Hj Mulyani Syafruddin dan Hj Waty Bonar rutin ber-Jumat Barokah (JB).
Kali ini tidak seperti biasanya, terkhusus sebagai rasa syukur akan kondisi yang berangsur kondusif pasca pandemi. Ia mengajak teman-teman alumni SMAN 6 Mahakam, Kebayoran Baru, tetangga, keluarga dekat ber-JB ke Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu.
"Selama pandemi, kapal kami The Unity tidak beroperasi. Saya bersama kedua sahabat Hj Mulyani Syafruddin dan Wati Bonar tetap memenuhi kewajiban kami kepada karyawan di PT Maha Cipta Abadi yang berpartner Sealeader Marine sebagai Operator Operasional Kapal. Mulai beroperasi lagi Oktober 2022. Kami bersyukur kepada Allah SWT karena sebelum pandemi Covid-19 setiap hasil keuntungan Kapal Unity kami keluarkan 2,5% untuk anak Yatim Piatu di Kepulauan Seriibu.
"Sejak pandemi Covid-19 stop juga bantuan kami, karena Kapal Unity tidak beroperasi. Kami hanya mengadakan Jumat Barokah di Jabodetabek berupa Nasi Kotak, lalu diubah menjadi Paket Biskuit. Sejak Kapal Unity beroperasi lagi, kami berniat memberikan Jumat Barokah paket Biskuit dan Paket Sembako kepada masyarakat yang memerlukan bantuan di Pulau Untung Jawa," jelas wiraswasta bernama lengkap Unteana Septriany.
Pulau Untung Jawa nan mungil di Kepulauan Seribu berpenduduk 500 orang. Bersih, cantik, dan rapi dengan ornamen warna-warni yang menghiasi dermaga, umbul-umbul, jembatan, lis-lis hingga pagar rumah. Senang di sana.

"Alhamdulillah, kami bisa menemui Bapak dan Ibu sekalian, membawa amanat dari saya bersama dua sahabat saya. Ada 6 karung besar berisi 75 set paket sembako dan biskuit untuk 70 keluarga. Lima set paket lagi untuk anggota Polisi Air, Kapten Kapal dan 3 awak kapal. InsyaAllah uluran kasih kami dapat diterima dan bermanfaat. Masih banyak kekurangan pada kami, sebab kesempurnaan hanya milik Allah SWT," imbuh Oma dari tiga cucu dari putranya, Willian Fajar Laksmansyah dan istri, Farra Diandra Andjani.
Rasa bahagia dengan berbagi itu menular ke peserta rombongan. Dengan gembira, enam karung besar paket demi paket diserahkan oleh tim kepada warga yang berkumpul rapi di kantor Polisi Subsektor Pulau Untung Jawa di Jalan Bougenville. Senyum pun tersungging di bibir mereka. Salah satunya warga yang tertua berusia 78 tahun.
Benar sekali kata orang bijak, giving is relieving. Dengan memberi, hati pun merasakan kelegaan. Itulah yang dirasakan rombongan misi mulia berbagi itu dapat terselesaikan dengan lancar. Tanpa menunda, rombongan pun beranjak ke agenda berikutnya, yaitu healing time dan makan siang.

Mobil odong-odong kuning di sana berjasa mengantar tamu berkeliling. Ada Pantai Sakura yang jadi pilihan rekreasi bagi keluarga yang membawa putra-putri. Seperti cucu-cucu Hj Tea terlihat begitu asyik mandi di pantai sambil bermain pasir. Lengkap juga, ada play ground, bisa bermain ayunan, perosotan, juga panjat-panjatan.
"Kawan-kawan saya, Mbak Elok, Ibu Fanny, Sally dan Rania serta sepasang sahabat mantu saya rupanya juga memilih 'parkir' di sana. Sekadar ngobrol, yang pasti selfie dan berfoto seru-seruan, sebab pemandangannya memang indah sekali," lanjutnya.
Sementara rombongan lainnya, teman-teman Hj Tea seangkatan alumni SMAN 6, yaitu Erlina Sari, Yanti Surya, Melly Trirahmi dan si Ganteng sendiri di grup, singer Indonesia Sandro Tobing.
"Senang sekali dikelilingi keluarga tercinta, dan para sahabat, istri Alumni Angkatan Akademi Kepolisian RI 1985 yaitu Mbak Susie dan Mbak Iwan B, serta adik kandung saya, Titie Oemar. Selain itu Mbakyu ipar, Ibu Anggraini Tambunan, dan sepupu, Ibu Layla Mahmud. Kami tertawa, terhibur oleh canda lucu Sandro Tobing. Foto-fotoan tentu tak terlewatkan," kata Hj Tea, yang seusai Jumat Barokah mengunjungi Masjid At-Tawaf.

"Masjid At-Tawaf dibangun oleh sahabat suami saya tercinta Almarhum H Iwan Rachmansyah Abdulkadir, yaitu Bapak Konjen. Pol.(Purn). DR. Drs. H. Syafruddin, MSi, mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) dan juga Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB)," jelas Hj Tea.
"MasyaAllah. Kuasa Allah, saya bersama sahabat dan sepupu bisa melaksanakan shalat di Masjid At Tawaf ini. Shalat Tahiyyatul Masjid, Dhuha dan Dzuhur sebelum pulang. Alhamdulillah."
Nah, Anda yang sedang berpesiar ke Pulau Untung Jawa, tak perlu khawatir sekarang. Ada Masjid At-Tawaf yang bersih dan cantik untuk Anda khusyu melaksanakan ibadah. Kata pengurusnya, Masjid ini jadi rujukan masyarakat. Selalu penuh warga yang beribadah, terlebih pada Ramadhan kemarin.
Segera, Kapal The Unity pun bergerak mulus membelah ombak. Dalam 20 menit perjalanan, sudah tiba merapat ke Dock 16 di Pantai Marina Ancol.
"Alhamdulillah semua sudah tiba dengan selamat. Sekali lagi terima kasih sudah berkenan ikut menjalankan tugas mulia Jumat Barokah di Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu. InsyaaAllah membawa kesan yang baik, senang. Yang jelek tolong dibuang," pungkas Hj Tea. (*) MTS Foto: Dok Pri
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU