
hariansuara.com, Jakarta - Dunia memeringati Hari Pramuka tiap 22 Februari, di Indonesia pun demikian. Hal ini tiada lain untuk menghargai perjuangan Robert Baden-Powell, Bapan Pramuka Dunia, yang dilahirkan pada 22 Februari 1857. Ia bersama sahabatnya, William Alexander Smith, mendirikan Boy’s Brigade dengan menggagas perkemahan pramuka pertama di Kepulauan Brownsea, Inggris pada 1907.
Hingga kini, Sumpah Pramuka yang dicetuskannya itu terus menyemangati banyak orang secara luas. Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH., MSi selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta juga terinspirasi dan menggelorakan semangat Sumpah Pramuka.
“Jadilah Pramuka sejati, suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, Pramuka yang mandiri, beretika, bekerja cerdas, ikhlas dengan hati berbasis pada regulasi dan religi (2 R),” dipesankan oleh Sylviana kepada putera-puteri Indonesia.
Sylviana juga sempat mengutip pesan terakhir Lord Baden-Powell, tentang nilai-nilai hidup yang luhur. “Seorang pandu/pramuka sejati itu dipandang oeh anak-anak dan orang dewasa sebagai orang yang dapat dipercaya, seorang yang tidak akan mengecewakan waktu menjalankan kewajibannya bagaimanapun besarnya kesukaran yang dihadapi.
Nilai lainnya, lebih baik melihat suatu hal dari sisi baiknya daripada dari sisi buruknya. Bahwa cara yang benar untuk memperoleh kebahagiaan ialah dengan membahagiakan orang lain. Lekatkanlah niat ini senantiasa dalam Janji/Satya Pramukamu. Tuhan akan selalu menganugerahi pertolongan kepadamu dalam melaksanakan niatmu.
“Semoga Pramuka ke depan betul-betul menjadi Kawah Candradimuka para generasi penerus bangsa. Jadi lah Pramuka yang berada di mana-mana dan bermanfaat untuk siapa saja,” doa Sylviana Murni bagi putra-putri bangsa Indonesia.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU