
hariansuara.com, Riyadh - Putra tertua Jamal Khashoggi, Salah dan keluarganya meninggalkan Arab Saudi dan pergi Washington setelah pemerintah Saudi mencabut larangan bepergiannya.
Keberangkatan Salah Khashoggi terjadi setelah dia difoto pada Selasa dengan Putra Mahkota Mohammad Salman dalam kunjungan bela sungkawa, sambil menatap dingin saat keduanya berjabat tangan.
"Salah dan keluarganya berada dalam pesawat ke Washington DC sekarang,"kata Sarah Leah Whitson, Direktur Eksekutif Pengawas Hak Asasi untuk Timur Tengah dan Afrika Utara dilansir AFP, Jumat, (26/10). Salah akan bergabung dengan saudara-saudaranya yang lain yang berbasis di AS.
"Keluarga Jamal membutuhkan tempat untuk bersama-sama di mana mereka merasa aman untuk meratapi orang yang mereka cintai," kata Randa Slim, Direktur Resolusi Konflik di Institut Timur Tengah.
Seorang pejabat di Washington mengatakan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah meningkatkan keselamatan dan keamanan anggota keluarga Khashoggi tetapi menolak untuk membahas secara spesifik perjalanan Salah.
Jamal Khashoggi, kontributor Washington Post, tewas dibunuh pada 2 Oktober setelah melakukan kunjungan ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen sebelum menikahi tunangannya di Turki.
Setelah bersikeras mengatakan Khashoggi meninggalkan konsulat tanpa cedera, pihak berwenang Saudi akhirnya mengatakan Khashoggi terbunuh dalam sebuah "perkelahian".
Raja Saudi Salman dan Pangeran Mohammed bertemu Salah dan saudara Khashoggi di istana kerajaan di Riyadh pada hari Selasa. Foto jabat tangan dengan Pangeran Mohammed menjadi viral di media sosial, di mana aktivis hak asasi manusia menuntut pencabutan larangan bepergian bagi keluarga Khashoggi.
Whitson mengatakan pencabutan larangan bepergian pada Salah dan keluarganya sangat melegakan.
Namun dia menambahkan, "Kita harus ingat ada ratusan, bahkan ribuan, orang-orang di Arab Saudi yang menghadapi larangan perjalanan dan ditahan tanpa keadilan. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU