
hariansuara.com, Jakarta - Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mendesak para pejuangnya untuk melawan tentara AS di wilayah tersebut sebagai pembalasan atas pembunuhan komandan tinggi Iran Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat.
"Perlawanan harus memaksa tentara Amerika meninggalkan Irak dan wilayah kami. Ini adalah yang paling bisa dilakukan sebagai pembalasan atas kejahatan mengerikan ini," kata Nasrallah dalam sebuah peringatan di Beirut untuk Soleimani dan yang lainnya yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak pada hari Jumat.
Nasrallah mengatakan ketika tentara Amerika kembali ke tanah air mereka dalam peti mati, Presiden AS Donald Trump akan menyadari bahwa ia telah kehilangan Irak dan wilayah tersebut dan baru kemudian ia akan kalah dalam pemilihan mendatang.
Qassem Soleimani, kepala Pasukan Qud elit dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis tewas oleh Amerika Serikat di Baghdad.
Nasrallah mengatakan Trump melakukan kekerasan dengan membunuh Soleimani dengan tujuan untuk memperbaiki citranya di depan masyarakat Amerika menjelang pemilihan presiden mendatang.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU