
hariansuara.com, Jakarta - Jumlah kematian yang dikonfirmasi akibat wabah Coronavirus melonjak pada Rabu (5 Februari) menjadi hampir 500 orang.
Jumlah korban yang dikonfirmasi di China naik menjadi 490 setelah provinsi Hubei, daerah yang paling terpukul akibatvirus ini melaporkan 65 orang tewas.
Sementara itu, jumlah orang yang terinfeksi Coronavirus telah mencapai 24.324 orang dengan 3.887 kasus baru dilaporkan, kata Komisi Kesehatan Nasional.
Lebih dari 20 negara telah mengkonfirmasi kasus-kasus virus tersebut, mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengumumkan darurat kesehatan global, beberapa pemerintah menerapkan pembatasan perjalanan dan maskapai penerbangan menangguhkan penerbangan ke dan dari China.
WHO mengatakan pada hari Selasa bahwa langkah dramatis yang diambil oleh China telah memberikan "jendela peluang" untuk menghentikan penularan, sambil menyerukan lebih banyak solidaritas global untuk memerangi virus.
Pihak berwenang di tiga kota di provinsi Zhejiang timur termasuk satu di dekat Shanghai membatasi jumlah orang yang diizinkan meninggalkan rumah.
Tiga distrik di Hangzhou, termasuk daerah di mana kantor utama raksasa teknologi China, Alibaba berbasis, sekarang hanya mengizinkan satu orang per rumah tangga pergi ke luar setiap dua hari untuk membeli kebutuhan.
Kota ini hanya 175 km barat daya dari pusat keuangan Shanghai, yang telah melaporkan lebih dari 200 kasus, termasuk satu kematian.
Zhejiang telah mengkonfirmasi 829 kasus, jumlah tertinggi di luar provinsi pusat Hubei, yang ibukotanya Wuhan adalah pusat penyebaran.
Virus ini diyakini muncul pada bulan Desember di pasar Wuhan yang menjual hewan liar dan menyebar dengan cepat ketika orang bepergian untuk liburan Tahun Baru Imlek di bulan Januari.
China telah berjuang untuk menahan virus itu meskipun memberlakukan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk mengunci lebih dari 50 juta orang di Hubei.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU