Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Delegasi Anggota Wantimpres Belajar Sektor Pariwisata di Selandia Baru

Internasional
12 Feb 2020
Delegasi Anggota Wantimpres Belajar Sektor Pariwisata di Selandia Baru

hariansuara.com, Jakarta - Delegasi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) melakukan kunjungan ke Selandia Baru pada tanggal 10-15 Februari 2020. Dalam kunjungan ini delegasi melakukan sejumlah pertemuan dengan beberapa pelaku industri termasuk UMKM di negeri ini. Beberapa yang dikunjungi antara lain tempat penyembelihan hewan halal Taylor Preston, Food and Grocery Council (FGC) dan Wellington on a Plate (WOAP), NZ Maori Tourism, Trade Aid, Business and Economic Research serta meninjau perkebunan buah organic terbesar di Selandia Baru, John Bostock, tempat banyak Pekerja Migran Indonesia bekerja sebagai pemetik buah musiman dan melihat budaya Maori.

Pada hari Rabu (12/2/2020) bertempat di Ruang Bali, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington, 19 orang Delegasi Wantimpres dipimpin Sidarto Danusubroto dan Puteri Kuswisnuwardani melakukan pertemuan dengan perwakilan dari sektor Pariwisata Selandia Baru yang diwakili oleh NZ Maori Tourism dan Victoria University of Wellington yang mewakili NZ Tourism Autearoa. Pertemuan ini membahas tentang sektor pariwisata Selandia Baru secara umum dan pariwisata suku asli Maori.

Chief Advisor NZ Maori Tourism, Hoki-mai Chong, Director Regions NZ Maori Tourism, John Doorbar dan Aprof of Tourism Management, Dr Christian Schott, dari Universitas Victoria Wellington menjelaskan dan berbagi informasi tentang pariwisata Selandia Baru dari berbagai aspek seperti pemasaran, lingkungan, masyarakat adat, promosi, dan lainnya.

Duta Besar RI Tantowi Yahya menyampaikan bahwa Selandia Baru merupakan salah satu negara yang memiliki sektor pariwisata yang maju dan bahkan pariwisata menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara.

Menurut Dubes Tantowi, meski demikian alam dan budayanya  tetap terjaga. Di sisi inilah suku Maori sebagai penduduk asli yang sangat menghormati alam dan tradisi banyak berperan. Selandia Baru merupakan salah satu negara yang memiliki sektor pariwisata yang maju dan bahkan pariwisata menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara yang sangat besar.

Hoki-mai Chong dan John Doorbar menyampaikan bahwa meski dibiayai oleh pemerintah, NZ Maori Tourism adalah organisasi independen dan dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah. Pariwisata bagi Pemerintah Selandia Baru meski menjadi salah satu motor utama ekonomi, tetap tidak boleh merusak lingkungan. Kemajuan industri pariwisata harus selaras dengan kebersihan dan keseimbangan alam.

Sementara itu, Dr Christian Schott yang dalam kesempatan mewakili NZ Tourism Autearo dalam paparannya menyampaikan, bahwa saat ini jumlah turis yang datang ke Selandia Baru hampir mencapai 4 juta jiwa dan jumlah tersebut sangat mempengaruhi GDP Selandia Baru.

"Untuk mendapatkan turis sejumlah itu, Pemerintah Selandia Baru mengalokasikan dana sebesar NZD 300 juta setiap tahunya untuk promosi pariwisatanya," jelasnya.

Menurutnya lagi, saat ini strategi pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata adalah bukan hanya menambah jumlah turis akan tetapi juga memperpanjang masa berkunjungnya. Disini lah kreativitas dan inovasi dibutuhkan. Saat ini pasar wisata terbesar Selandia Baru adalah Australia diikuti Tiongkok dan Eropa.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X