
hariansuara.com, Jakarta - Sebanyak 1.049 orang dinyatakan positif virus corona baru di Italia, kata kepala Departemen Perlindungan Sipil dan Komisaris Luar Biasa untuk keadaan darurat coronavirus, Angelo Borrelli.
Angka ini tidak termasuk kematian dan pemulihan.
"Sekitar 543 orang atau 52 persen dari mereka yang terkena dampak saat ini berada di bawah karantina rumah, karena mereka tidak menunjukkan gejala, atau menunjukkan gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit," tambah Borrelli.
Sementara, 401 orang lainnya (38 persen) dirawat di rumah sakit dengan gejala dan 105 orang (10 persen) di rumah sakit dalam perawatan intensif.
Sedangkan korban tewas naikmenjadi 29 orang dari 21, setelah delapan orang lagi meninggal, dengan enam di wilayah Lombardy dan dua di wilayah Emilia Romagna.
"Angka ini dapat dikonfirmasikan setelah National Health Institute (ISS) secara pasti menetapkan penyebab kematian," kata Kementerian Kesehatan.
Jumlah orang yang telah pulih dari infeksi juga meningkat menjadi 50 dari 46 pada hari sebelumnya.
Sebagian besar infeksi masih terdapat di Lombardy utara (615 kasus), Emilia Romagna tengah (217), dan Veneto timur laut (191).
"Saat ini ada sekitar 1.800 pejabat penegakan hukum dan 800 sukarelawan Perlindungan Sipil yang dikerahkan di seluruh negeri untuk membantu dokter dan staf medis," kata Borrelli.
Kasus pertama virus corona terkonfirmasi pada 21 Februari, ketika enam kasus infeksi muncul di kota kecil Codogno di Lombardy.
Codogno dan sembilan kota lain di dekatnya pun diisolasi dalam upaya menahan penyebaran virus. Hal yang sama terjadi pada kota lain di Veneto, setelah virus corona terdapat di wilayah itu.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU