Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

WHO Nyatakan Wabah Covid-19 Sebagai Pandemi

Internasional
12 Mar 2020
WHO Nyatakan  Wabah Covid-19 Sebagai Pandemi

hariansuara.com, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi karena virus ini menyebar semakin luas di seluruh dunia.

"Karena itu kami telah membuat penilaian bahwa COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Tedros mengatakan WHO sangat prihatin baik dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan, serta oleh tingkat tidak bertindak yang mengkhawatirkan.

Dia mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan mendesak dan agresif untuk mengatasi pandemi.

Sekarang ada lebih dari 118.000 kasus yang dikonfirmasi di 114 negara dan 4.291 orang telah kehilangan nyawa. Jumlah kasus virus corona, kematian, serta negara-negara yang terkena dampak diperkirakan akan naik lebih tinggi.

"Kami belum pernah melihat pandemi yang dipicu oleh coronavirus. Dan kami belum pernah melihat pandemi yang dapat dikendalikan pada saat yang sama," kata ketua WHO.

Berkat upaya keras pemerintah dan rakyat China, pencegahan dan kontrol China telah mencapai kemajuan dengan kasus baru yang dikonfirmasi setiap hari menurun dari ribuan menjadi 24 pada hari Selasa. Beijing juga telah mengirim tim medis ke negara lain untuk membantu mengendalikan penyebaran virus.

Namun, kasus-kasus infeksi telah meningkat dengan cepat di Eropa dan bagian-bagian lain dunia dengan Italia menjadi negara dengan orang yang banyak terjangkiti.

Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Italia melonjak melewati 12.000 pada hari Rabu, meskipun tindakan drastis dilakukan dengan mengunci seluruh negara.

Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, mengatakan pandemi adalah karakterisasi atau deskripsi situasi. WHO telah melakukan banyak konsultasi internal dan eksternal dalam menilai penggunaan kata pandemi sebagai karakterisasi COVID-19. 

Tedros mengatakan menggambarkan situasi COVID-19 sebagai pandemi tidak mengubah penilaian WHO terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh virus corona, juga tidak mengubah apa yang dilakukan WHO dan yang harus dilakukan oleh negara.

Dia meminta semua negara untuk mencapai keseimbangan yang baik antara melindungi kesehatan, meminimalkan gangguan ekonomi dan sosial, dan menghormati hak asasi manusia di tengah-tengah pandemi.

Pemerintah Iran telah mulai mendirikan pusat karantina dan fasilitas perawatan karena jumlah kasus di negara itu telah mencapai 9.000 pada hari Rabu.

Untuk menopang ekonominya, pemerintah Inggris pada hari Rabu menjanjikan 30 miliar pound (39 miliar dolar AS) dalam rencana stimulus. Italia juga memutuskan untuk mengalokasikan 25 miliar euro (28,3 miliar dolar) untuk menangani keadaan darurat COVID-19 di negara itu.

Di Amerika Serikat, jumlah total kasus yang dikonfirmasi mencapai 1.001 dengan 28 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk menunda batas waktu pengajuan pajak 15 April untuk pembayar pajak individu dan bisnis kecil untuk membantu mengurangi dampak dari wabah COVID-19 di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS dalam beberapa bulan mendatang.

"Ini bukan hanya krisis kesehatan masyarakat, ini adalah krisis yang akan menyentuh setiap sektor," kata Tedros yang mendesak setiap sektor dan individu untuk terlibat dalam perang global melawan COVID-19.

"Kami telah membunyikan bel alarm keras dan jelas," katanya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X