
hariansuara.com, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dipindahkan ke unit perawatan intensif pada Senin (6 April) setelah gejala Covid-19 yang dideritanya memburuk.
Inggris tidak memiliki rencana suksesi formal jika perdana menteri menjadi lumpuh, tetapi Johnson telah meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab untuk mewakili dia.
"Kondisi perdana menteri telah memburuk dan atas saran tim medisnya, dia telah dipindahkan ke unit perawatan intensif di rumah sakit," kata siaran pers Downing Street.
"PM telah meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab untuk mewakili dia jika diperlukan," tambahnya."Perdana menteri dipindahkan jika dia perlu menggunakan ventilator."
Johnson dirawat di Rumah Sakit St Thomas di London pada hari Minggu dengan suhu panas dan batuk setelah dites positif untuk virus corona pada 27 Maret.
Johnson telah mengisolasi diri di flat Downing Street-nya, tetapi pada hari Minggu dibawa ke rumah sakit milik pemerintah atas saran dokternya.
Pemerintah Inggris dikritik karena awalnya menolak untuk mengikuti negara-negara Eropa lainnya yang mengharuskan orang untuk tinggal di rumah ketika virus menyebar.
Dan Johnson sendiri mengatakan pada awal Maret masih berjabat tangan dengan orang-orang. Dua minggu lalu dia memerintahkan penutupan nasional dan Inggris sekarang dalam cengkeraman wabah corona.
Lebih dari 50.000 kasus dan lebih dari 5.000 kematian telah dikonformasi di Inggris dengan korban harian terbaru sebanyak 439 orang.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU