
hariansuara.com, Jakarta - Kematian akibat virus corona atau Covid-19 melebihi 60.000 orang di Amerika Serikat pada hari Rabu (29 April). Pandemi ini diprediksi akan lebih mematikan daripada flu tahun 1967.
Musim flu terburuk Amerika dalam beberapa tahun terakhir adalah pada 2017-2018 ketika lebih dari 61.000 orang meninggal, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Dan wabah flu yang mematikan adalah pada tahun 1967 dimana sekitar 100.000 orang meninggal, tahun 1957 sekitar 116.000 meninggal dan flu Spanyol tahun 1918 sekitar 675.000 meninggal.
Amerika Serikat memiliki jumlah kematian akibat virus corona tertinggi di dunia dan rata-rata 2.000 orang meninggal pada bulan April akibat penyakit pernapasan ini.
Kematian pertama di AS tercatat pada 29 Februari tetapi pengujian baru-baru ini di California menunjukkan kematian pertama mungkin terjadi pada 6 Februari, dengan virus yang beredar beberapa minggu lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Penghitungan real-time pada Rabu yang dilaporka Johns Hopkins University menunjukkan 2.502 kematian akibat virus corona di AS dalam 24 jam terakhir, menjadikan total kematian negara itu menjadi 60.853 orang.
Menurut model prediksi University of Washington, wabah virus corona idapat merenggut hampir 73.000 nyawa AS pada 4 Agustus.
Pada awal Maret, prospek bahwa virus corona akan menewaskan banyak orang Amerika daripada flu tidak terpikirkan oleh banyak politisi AS yang mengecilkan risiko virus ini
Presiden Donald Trump dalam twitternya pada 9 Maret menuliskan, "Tahun lalu 37.000 orang Amerika meninggal karena Flu biasa. Rata-rata antara 27.000 dan 70.000 per tahun. Tidak ada yang ditutup, hidup dan ekonomi terus berjalan. Saat ini ada 546 kasus yang dikonfirmasi CoronaVirus, dengan 22 kematian. Pikirkan tentang itu! "
Pada 11 Maret, Walikota New York Kota, Bill de Blasio mengatakan kepada warga New York di wawancara radio untuk makan di restoran jika mereka tidak sakit.
Pada hari yang sama, pakar penyakit menular AS Dr Anthony Fauci sudah memperingatkan Kongres bahwa virus corona 10 kali lebih mematikan daripada flu musiman. Saat ini belum ada pengobatan atau vaksin untuk virus corona.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU