
hariansuara.com, Jakarta - Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaaan Tonga, Tantowi Yahya, sebagai narasumber pada seminar online tanggal 14 Mei 2020 mengenai “Change Management and Dealing with Covid-19 : Lesson Learned from New Zealand“ menyampaikan pelajaran apa saja yang bisa diambil dari keberhasilan Selandia Baru dalam menangani pandemic Covid-19 ini.
Menurut Dubes Tantowi terdapat 5 (lima) hal yang menunjang keberhasilan Selandia Baru dalam menangani pandemic Covid-19 ini. Pertama, Selandia baru merupakan negara yang terakhir terdampak Virus Corona, sehingga pemerintahnya bisa mempelajari secara matang langkah langkah apa saja yang bisa dipelajari dari negara lain yang sudah lebih dulu terpapar dalam menangani wabah ini.
Kedua, emerintah Selandia Baru dalam mengeluarkan kebijakan atau peraturan selalu mempertimbangkan pendapat para akademisi atau para ahli sehingga kebiajakan yang diterapkan bersifat ilmiah. Ketiga, pemerintah pusat dan daerah bekerja bersama sama dalam menangani pandemi ini, jadi koordinasi yang baik terjalin antara pemerintah daerah dan pusat mempermudah penerapan kebijakan yang dikeluarkan.
Keempat, pemerintah Selandia Baru tidak memiliki kesulitan dalam diseminasi informasi melalui media media mainstream karena 70% masyarakatnya memilih sumber berita yang terverifikasi dan tidak mudah terpapar Hoax.
Kelima, yang paling penting adalah dukungan masyarakat Selandia Baru, masyarakat sangat patuh terhadap pemerintahnya, apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Selandia baru rata rata masyarakat selalu patuh.
Acara seminar online ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Managemen Institute Pertanian Bogor (IPB) dihadiri oleh 700 peserta dan disiarkan langsung melalui channel Youtube FEM IPB. Acara ini dibawakan oleh Kepala Departemen Manajamen IPB Dr. Wita Juwita Ermawati dan dimoderatori langsung oleh Dekan FEM IPB, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si.
Pada seminar dalam format talkshow ini Dekan FEM IPB. Prof. Nunung memberikan beberapa pertanyaan kepada Dubes Tantowi, diantaranya mengenai manajemen perubahan, persiapan yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah pandemic Covid-19 ini.
Dubes Tantowi menyampaikan perubahan sangat perlu karena jika tidak berubah maka akan mati. Sebagai contoh tradisi cium hidung (Hongi) yang merupakan tradisi menyambut tamu dari Maori/Polynesia setelah pandemic Covid-19 ini secara kesehatan tidak dianjurkan.
Merujuk komentar dari Deputi Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters yang menyampaikan bahwa pemerintah Selandia Baru saat ini sudah mulai membahas rencana undang undang untuk menangani post Covid-19 ini.
Dubes Tantowi juga memberikan informasi terkait penanganan KBRI Wellington dalam upaya memberikan fasilitas perlindungan WNI pada masa pandemi Covid-19 di Selandia Baru. Saat ini dari 7000 WNI di Selandia Baru belum ada satupun WNI yang terpapar Covid-19.
Terdapat 24 WNI yang belum dapat pulang karena tidak adanya penerbangan dan transit untuk bisa kembali ke Indonesia. KBRI Wellington terus mengupayakan dan mencari solusi agar WNI tersebut bisa kembali ke Indonesia.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU