
hariansuara.com, Jakarta - Pemerintah Senegal kembali melakukan pembelian Pesawat CN-235 yang ketiga kalinya dari Indonesia yang akan digunakan untuk kepentingan maritime patrol aircraft.
Penandatanganan kesepakatan pembelian pesawat CN-235 dilakukan sebelumnya di Dakar oleh Perwakilan PT. DI dan perusahaan AD Trade dari Belgia mewakili Pemerintah Senegal sebagai penyandang dana kredit. Penandatanganan pembelian pesawat tersebut juga disaksikan oleh Menhan RI Riyamizard Riyacudu.
Pada awal Maret 2020 lalu (sebelum merebaknya wabah Covid-19 dan sebelum pemberlakuan kebijakan lockdown di beberapa Negara) Menteri Plan Senegal Emergence atau Bappenasnya Senegal Dr. Cheikh Kante bersama Dubes RI Mansyur Pangeran dan Staf telah melakukan kunjungan kerja ke PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) di Bandung guna menyaksikan secara langsung di lapangan mengenai proses pekerjaan tahap akhir penyelesaian pembuatan pesawat CN-235 yang dipesan Senegal.
Sebelumnya, pada saat bertemu dengan Menkomarinves Luhut Panjaitan di Kantornya di Jakarta, Menteri Cheikh Kante menyatakan bahwa Pemerintah Senegal merencanakan kemungkinan akan melakukan Repeat Order pembelian Pesawat CN-235.
Selain itu, disamping kerjasama infrastruktur RI-Senegal yang telah disepakati antara Senegal dengan PT. WIKA dan Exim Bank Indonesia tentang Pembangunan Gedung Multi-Fungsi Menara Goree (Tour de Goree) setinggi 33 Lantai di Dakar (dengan nilai US$ 250 juta ), Menteri Cheikh Kante juga menawarkan kerjasama di bidang pertambangan yaitu emas dan phosphate, pembangunan pembangkit listrik (Power plant berkapasitas 200 MW). Oleh karenanya Menteri Kante mengundang para Pengusaha Indonesia atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) datang ke Senegal guna melakukan investasi yang saling menguntungkan antara kedua pihak.
Ketika berada di PT. DI, Menteri Cheikh Kante menyatakannya senang dan kekagumannya melihat perkembangan Pesawat Ketiga Pesawat CN-235 pesanan Senegal tersebut yang penyelesaiannya telah mencapai lebih 80%. Diharapkan delivery pesawat tersebut ke Senegal direncanakan antara bulan Agustus - September 2020.
Selain itu, Menteri Cheikh Kante mengulangi kembali pernyataannya bahwa guna meningkatkan dan memperkuat Angkatan Udara dan System Pertahanannya, kemungkinan Senegal akan melakukan repeat order Pesawat CN-235 untuk seri maritime patrol aircraft segera setelah delivery pesawat pesanan ketiga tersebut,
Senegal juga akan mempertimbangkan untuk membeli beberapa peralatan persenjataan produksi PT. PINDAD seperti Panser Anoa dan Komodo Dikatakannya pada saat ini Pemerintahnya mengalokasikan dana sebesar 20% dari APBN untuk peningkatan Anggaran Pertahanan.
Menteri Cheikh Kante mengagumi kemampuan Indonesia dalam pembuatan pesawat terbang dan pembuatan berbagai peralatan persenjataan berat dan ringan dengan berteknologi tinggi.
Diakuinya bahwa Indonesia saat ini sudah tidak lagi sebagai Negara berkembang, tetapi sudah berubah menjadi sebuah Negara maju di Asia. Peningkatan pembangunan yang pesat dan kemajuan teknologi tinggi tersebut telah membuat Indonesia sejajar dengan Negara-negara maju lainnya di dunia.
Oleh karenanya tepatlah bila Senegal menjadikan Indonesia sebagai role model bagi peningkatan kerjasama kedua Negara khususnya dalam bidang pembangunan infrastruktur, industri yang nantinya diharapkan dapat melahirkan transfer teknologi dari Indonesia ke Senegal. Demikian tutur Menteri Cheikh Kante.
Menteri Kante mengusulkan dibentuknya kerjasama perakitan atau pengadaan dan penyediaan service pesawat CN-235 dan perakitan peralatan persenjataan di Senegal sebagai bagian program ekspansi dari produk PT. PINDAD dan PT.DI agar nantinya dapat lebih mudah mempromosikan produk Pesawat CN-235 dan berbagai produksi peralatan persenjataan dari PT. PINDAD tersebut ke di Wilayah Afrika Barat.
Secara khusus Menteri Cheikh Kante kepada Dubes Mansyur mengusulkan kiranya PT. PINDAD berkenan melakukan perakitan Peralatan Berat escavator buatan PT.PINDAD dan pembuatan pabrik tabung gas masing masing ukuran : 4 kg, 5kg dan 10 kg di Senegal,
Ditegaskannya escavator tersebut sangat dibutuhkah di wilayah Arika Barat khususnya untuk pekerjaan penggalian berbagai tambang mineral, karena wilayah mereka sangat kaya dengan hasil tambangnya, seperti : emas, boksit, phosphate, zircon, iron ore, alumanium, diamond, bijih besi, tembaga, timah , nikel dan lainnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU