
hariansuara.com, Jakarta - Pemerintah menyatakan terus mengupayakan menekan angka penularan virus Corona (Covid-19) yang salah satunya dengan melakukan uji tes terhadap rakyat. Namun, memang tes Corona ini untuk ukuran jumlah penduduk maka Indonesia masih kategori rendah.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa ta menampik hingga Jumat, 22 Mei 2020 sudah 168.969 tes terhadap sebagian kecil rakyat Indonesia. Tes ini diprioritaskan di beberapa daerah yang masuk kategori zona merah penyebaran Corona.
Kata Suharso, mengacu perbandingan maka Indonesia termasuk rendah dibandingkan negara lain seperti di Asia Tenggara. Dibandingkan Malaysia, Vietnam, Filipina, justru Indonesia jauh tertinggal.
"Tes masif kita ini hari ini termasuk yang rendah di dunia," kata Suharso dalam keterangannya di Jakarta yang dikutip pada Minggu, 24 Mei 2020.
Untuk menggenjot kekurangan itu, maka pemerintah terus berupaya dengan menambah kapasitas pemeriksaan. Jumlah pemeriksaan itu mulai dari 10 ribu hingga 12 ribu tes dalam perhari.
Menurut dia, dengan cara ini maka Indonesia diharapkan bisa menembus angka 1.838 banding per satu juta penduduk yang di tes Corona. Ia menyebut sekedar perbandingan bila Malaysia itu sudah jauh melampaui Indonesia dengan mencapai angka 14.304. Begitu juga Filipina yang sudah 2.238 tes dalam sehari.
"Mudah-mudahan kita bisa mengejar dan per satu jutanya akan semakin tinggi," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Juru Bicara khusus penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan update data kasus positif Corona di Tanah Air yang sudah mencapai 21.745. Dengan kata lain, kasus Corona bertambah 949 kasus per Sabtu, 23 Mei 2020.
Kata Yurianto, kasus positif Corona terbanyak ada di Jakarta.(*) zai/zai
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU