Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Kematian George Floyd Janggal, Hasil Autopsinya Sesak Nafas Akibat Ditekan

Internasional
02 Jun 2020
Kematian George Floyd Janggal, Hasil Autopsinya Sesak Nafas Akibat Ditekan

hariansuara.com, Jakarta - Kematian pria kulit hitam, George Floyd memunculkan kemarahan masyarakat Amerika Serikat. Floyd meninggal karena ada dugaan kekerasan yang merembet rasisme.

Dilansir hariansuara dari Aljazeera, Selasa, 2 Juni 2020, hasil autopsi independen diketahui Floyd meninggal karena sesak napas lantaran lehernya ditekan oleh petugas polisi kulit putih pada Senin, 25 Mei 2020.

Gelombang protes atas kematian Floyd terus bermunculan sepekan terakhir. Ribuan orang yang peduli terhadap Floyd turun ke jalan dan menuntut keadilan. 

Salah satu yang jadi sasaran aksi massa adalah area kantor Presiden AS, Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC. Mereka mempertanyakan Floyd bisa meninggal dalam tahanan polisi di Minneapolis.

Pun pengacara yang mewakili keluarga Floyd mengatakan pemeriksa medis independen yang melakukan autopsi menyampaikan sesak napas itu arena tekanan terhadap leher korban yang berlebihan.

Aksi para pendemo menuntut empat petugas kepolisian yang menangkap Floyd agar dihukum mati. Mereka bereampat yang dinilai menyebabkan kematian Floyd. 

Namun, sejauh ini, hanya satu petugas polisi perwira kulit putih Derek Chauvin, yang terliihat jelas dalam video viral berlutut sambil menekan leher Floyd selama hampir sembilan menit. Padahal, saat itu, Floyd sudah memohon agak tak ditekan karena sulit bernapas.

"Saya tidak bisa bernapas," ujar Floyd saat itu dengan memohon.

Adapun Derek Chauvin sudah ditangkap. Dia didakwa pada persidangan hari Jumat pekan lalu dengan pembunuhan tingkat tiga.

Penyekapan Georde beredar dalam video yang viral di media sosial. Dalam video terlihat seorang polisi menjatuhkan Floyd di jalan kemudian anggota polisi lain menekukkan lutut ke leher Floyd.

Floyd dilaporkan meninggal dunia di salah satu rumah sakit Minneapolis. Aksi proses langsung muncul esok harinya pada Selasa, 26 Mei 2020

Massa aksi yang melakukan unjuk rasa berakhir rusuh. Mereka bersitegang dengan aparat. Tembakan peluru karet dan gas air mata tertuju kepada para pendemo di sejumlah daerah seperti Miami, New York, dan Atalanta. (*) lia/lia

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X