Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Heboh Hasil Autopsi George Floyd, dari Sesak Nafas Sampai Positif Corona

Internasional
05 Jun 2020
 Heboh Hasil Autopsi George Floyd, dari Sesak Nafas Sampai Positif Corona

hariansuara.com, Jakarta - Nama George Floyd mencuat dan jadi pembicaraan publik internasional. Kematiannya dinilai janggal dan merembet persoalan rasisme sehingga memicu kemarahan rakyat Amerika Serikat.

Gelombang protes turun ke jalan yang berujung aksi anarkis terjadi di sejumlah daerah di AS. Kantor Presiden AS di Gedung Putih pun jadi sasaran para pendemo. Ribuan orang mengecam kematian Floyd.

Dikutip dari New York Post, Jumat, 5 Juni 2020, ada rilis baru terkait hasil autopsi jenazah FLoyd. Terungkap pria 46 tahun itu terinfeksi Corona (Covid-19).

Dari penelusuran diketahui Floyd  sebelum meninggal juga pernah sudah dites dan hasilnya positif. Tes ini dilaporkan dilakukan pada 3 April 2020.

Dugaan dari tes pada April 2020 tersebut, Floyd mungkin terdeteksi Corona dengan kategori tanpa gejala. Sebab, belum diketahui penyebabnya bisa terpapar virus tersebut.

Hasil autopsi itu menambah heboh karena beberapa hari sebelumnya dua dokter independen turut melakukan autopsi terkait penyebab kematian Floyd. Dikutip dari Reuters, warga keturunan Afrika-Amerika tersebut meninggal akibat sesak nafas karena leher ditekan. 

Kematian Floyd karena tindakan petugas polisi yang menekan lehernya dengan keras. Ia dilaporkan meninggal di salah satu rumah sakit Minneapolis. Ada kabar juga, Floyd meninggal di tahanan.

Pun, hasil autopsi itu bertentangan dengan temuan awal pemeriksa Medis Hennepin Country. Temuan awal itu menyampaikan tidak ada bukti pencekikan traumatis. Adapun penyakit arteri koroner dan hipertensi kemungkinan berkontribusi pada kematian Floyd. 

Menyangkut kematian Floyd, seorang perwira polisi kulit putih di Minneapolis, Derek Chauvin dijerat hukum pembunuhan tingkat dua. Ia diketahui dalam video viral di media sosial menekan lututnya ke leher Floyd selama sembilan menit. 

Saat ditekan lehernya dengan lutut Derek, Floyd dalam kondisi terbaring tengkurap dan diborgol.

Floyd mengalami sesak napas setelah dibekap dengan lutut. Penyekapan Georde beredar dalam video yang viral di media sosial. Dalam video terlihat polisi menjatuhkan Floyd di jalan kemudian anggota polisi lain menekukkan lutut ke leher Floyd.

Aksi gelombang protes dari massa langsung muncul esok harinya pada Selasa, 26 Mei 2020. Kematian Floyd dikaitkan dengan rasisme. Aksi massa berlangsung rusuh dan meluas ke beberapa kota seperti Miami, Washington DC, New York.(*) nis/lia

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X