Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Kurva Covid-19 Melonjak, Filipina Kerahkan Polisi Cari Pasien yang Kabur

Internasional
15 Jul 2020
Kurva Covid-19 Melonjak, Filipina Kerahkan Polisi Cari Pasien yang Kabur

hariansuara.com, Manila - Mengantisipasi penularan virus Covid-19, otoritas Filipina punya cara unik namun kontroversi. Salah satunya mengerahkan aparat kepolisian ke rumah warga untuk mengecek pasien diduga Covid-19.

Dikutip dari laman Straits Times, Rabu, 15 Juli 2020, kurva kasus Corona di Filipina masih memperlihatkan kenaikan. Warga Filipina diminta kooperatif dalam membantu pencegahan penularan virus berbahaya asal China itu.

Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, mengatakan bila ada warga yang bandel dan tak mau bekerja sama maka akan menghadapi pidana.

"Jangan ada pasien positif di rumah dengan isolasi mandiri. Ini penting jika mereka tak memiliki kapasitas memadai. Jadi, kita lakukan mendatangi rumah-rumah dan membawa pasien positif ke fasilitas isolasi Covid-19," ujar Ando.

Dia pun menjelaskan sikap pemerintah yang mengerahkan petugas polisi merujuk Undang-undang Tahun 2019 tentang pelaporan penyakit dan pengawasan. Sebab, berdasarkan keterangan Wakil Menteri Dalam Negeri Filipina, Jonathan Malaya, masih ada pasien Covid-19 yang kabur dan tak mau menjalani perawatan khusus di rumah sakit.

Diperkirakan, dengan kebijakan itu, maka akan ada kelompok seperti Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM yang akan mengkritisi pemerintah. Cara pemerintah dinilai bikin takut masyarakat dan melanggar HAM.

"Mengingat para penegak hukum di Filipina kerap melanggar hak asasi manusia, tentu saja ini menimbulkan ketakutan," kata Wakil Direktur Human Rights Watch Asia, Phil Robertson.

Laporan data worldometers.info yang dikutip hariansuara, kasus positif Covid-19 di Filipina saat ini menembus 57.545 per Selasa kemarin, 14 Juli 2020. Ada kasus kematian sebanyak 1.603. Pun, dalam sehari atau 24 jam terakhir dilaporkan ada penambahan 634 kasus. (*) nis/zai

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X