
hariansuara.com, Istanbul - Turki di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan siap melawan Israel, termasuk perang dengan negara zionis tersebut. Erdogan ingin membela kepentingan rakyat Palestina di tengah penindasan Israel.
Sikap Turki tak tinggal diam dengan manuver Israel yang bisa membujuk Uni Emirat Arab (UEA) untuk berdamai. UEA merupakan negara ketiga setelah Mesir dan Yordania yang berdamai dengan Israel.
Dikutip dari Iranian Students News Agency (ISNA), manuver Israel menaklukkan UEA diduga untuk makin menguatkan cengkeraman demi Tepi Barat, Palestina. Seperti biasanya Israel dapat dukungan dari kakak sekutunya, Amerika Serikat (AS).
Dinamika berlanjut dengan sikap Rusia yang mendukung langkah Turki. Selain itu, ada Iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei yang mendukung Turki.
Merespons itu, Erdogan menyatakan akan menutup hubungan diplomatik antara Turki dengan UEA. Ini sebagai sikap Turki yang tak suka dengan perdamaian antara UEA dengan Israel.
Erdogan siap membawa Turki untuk melakukan segala cara termasuk perang melawan Israel dan sekutu.
"Kami siap dengan kemungkinan menghentikan hubungan dengan menarik duta besar kami dari UEA. Bagi kami, mendukung rakyat Palestina suatu keharusan. Kami siap melakukan untuk membela mereka," ujar Erdogan dikutip pada Senin, 31 Agustus 2020.
Israel bukan santai dan terlihat mulai panik dengan keseriusan Erdogan. Figur Erdogan dikenal bukan asal bicara jika menyangkut peperangan negaranya.
Direktur Mossad, lembaga Intelijen Israel, Yossi Cohen, memandang Turki lebih menakutkan dibandingkan Iran. Meski sikap Erdogan tentu memantik banyak musuh terutama dari negara Eropa yang merupakan sekutu Israel-AS.
"Erdogan jadi figur yang mengubah Turki menjadi negara yang hampir menjadi musuh banyak negara," kata Freilich. (*) nis/lia Foto: Presiden Turki Recep Erdogan/Twitter @RTErdogan
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU