Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Babak Baru Taliban-Afganistan, Proses Damai Usai Perang Dua Dekade

Internasional
14 Sep 2020
Babak Baru Taliban-Afganistan, Proses Damai Usai Perang Dua Dekade

hariansuara.com, Doha - Pemerintah Afganistan dengan kelompok Taliban membuka babak baru terkait peluang perdamaian kedua belah pihak. Negosiasi perundingan damai ini bila terealisasi akan jadi sejarah setelah perang selama dua dekade.

Dikutip hariansuara dari Reuters, Senin, 14 September 2020, delegasi pemerintah Afganistan dam Taliban sudah bertemu di Doha, Qatar pada Sabtu, 12 September 2020. Perundingan itu akan dimulai secara resmi pada Senin hari ini.

Perundingan diharapkan bisa mengakhiri perang 20 tahun yang sudah menewaskan puluhan ribu jiwa termasuk pasukan militer dari sejumlah negar.

Afghanistan jadi negara yang menderita akibat perang selama 20 tahun. Perang ini dipicu ketidaksepakatan terkait tata pemerintahan negara. 

Hari Sabtu, 12 September jadi pilihan waktu perundingan karena menyangkut momen peristiwa masa lalu. Perundingan ini tak bisa dilepaskan karena pengaruh Amerika Serikat (AS).

Perundingan ditetapkan sehari setelah peringatan 19 tahun Serangan 11 September terhadap menara kembar Gedung World Trade Center (WTC) di New York, AS.

Saat itu, AS di bawah pimpinan Presiden George W. Bush membalas serangan dengan mengerahkan pasukan militer ke Afganistan. Ketika itu, Afganistan berada di bawah komando Taliban dengan pentolannya, Osama Bin Laden.

Figur Osama Bin Laden dituding AS sebagai otak yang bertanggungjawab atas serangan ke Gedung WTC itu.

Terkait perang Afganistan, korban juga ada di warga sipil usia anak-anak. Dikutip dari The Sun, data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), untuk enam bulan terakhir ini sudah 1.300 warga sipil termasuk anak-anak yang tewas di Afghanistan.

"Sudah lama karena perang ini membuat penderitaan rakyat Afghanistan berkelanjutan," kata utusan PBB, Deboray Lyons.

Proses perundingan juga berlangsung alot. Sebab, seharusnya Taliban-Afghanistan mulai berunding sejak Maret 2020. Namun, molor karena persoalan pertukaran tahanan antara AS dan Taliban yang belum sepakat.

Namun, otoritas AS berdalih, perundingan Taliban-Afganistan diinisiasi sebagai janji Presidem Donald Trump dalam kampanye utama yaitu mengeluarkan negara Paman Sam keluar dari perang yang berlangsung dua dekade.

Dalam perjanjian tersebut, kabarnya AS siap menarik ribuan pasukan dari Afganistan. Sikap ini sebagai imbalan karena Taliban akan berhenti menggunakan Afghanistan sebagai landasan peluncuran serangan milisi. 

Jika perundingan ini berhasil maka Trump akan segera menarik 13 ribu tentara AS secara bertahap dalam waktu 14 bulan. (*) lia/lia                  FOTO: Negosiasi damai antara Taliban-Afganistan di Doha, Qatar/Twitter @onenewsofficial

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X