Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Debat Capres AS Kacau, Penyelenggara Pemilu Siap Ubah Aturan

Internasional
01 Oct 2020
Debat Capres AS Kacau, Penyelenggara Pemilu Siap Ubah Aturan

hariansuara.com, Newyork - Debat perdana dua calon presiden Amerika Serikat (AS) yaitu Donald Trump dengan Joe Biden dinilai kacau. Meski keduanya menyuguhkan argumen debat, tapi Biden dan Trump terlalu berlebihan saling melempar olok.

Dikutip dari BBC, Kamis, 1 Oktober 2020, saat debat perdana, Biden kerap kali melempar sindiran ke Trump yang mirip badut. Pun, sebaliknya Trump melontarkan sindiran ke Biden soal kemampuan otak berpikir.

Terkait itu, Komisi Debat Presiden (CPD) mengaku heran dengan saling balasan pernyataan di forum debat oleh dua capres. Debat perdana dinilai kurang bermutu karena adu argumen lontaran antara dua capres.

Pihak CPD menyampaikan akan menyiapkan pengawasan debat dengan mengubah format. Dengan format diubah, harapannya bisa memastikan sesi debat kedua dan ketiga antara Donald Trump dan Joe Biden bisa lebih tertib.

Rencananya, aturan baru dalam debat kedua nanti dengan mematikan mikrofon. Upaya ini jika para kandidat mencoba menyerang secara pribadi satu sama lain.

"Debat kemarin memperjelas aturan tambahan harus ditambahkan ke format debat, untuk memastikan diskusi berlangsung tertib. Ini tak bisa diteruskan," tulis pernyataan CPD seperti dilansir BBC, Kamis 1 Oktober 2020.

Pengubahan format ini dilakukan karena debat perdana pada Selasa 29 September 2020 dinilai jadi pertengkaran dan penghinaan antara kedua capres. Debat pertama ini pun dikritik di AS dan di seluruh dunia.

"CPD akan mempertimbangkan perubahan dan mengumumkan langkah-langkah itu segera. Kami berterima kasih kepada Chris Wallace (moderator) atas profesionalisme dalam debat," tulis pernyataan komisi tersebut.

Untuk diketahui, debat perdana antara Trump dengan Biden digelar di Case Western Reserve University, Cleveland. Debat hanya dihadiri penonton terbatas karena pandemi Corona. 

Debat itu berlangsung selama 90 menit dan dibagi jadi enam segmen. Pertama, menyangkut rekam jejak Trump dan Biden. Kedua, terkait isu Mahkamah Agung (MA). Lalu, menyangkut pandemi Corona, isu perekonomian.

Kemudian, selanjutnya ada soal 'ras dan kekerasan' di kota-kota AS dan integritas pemilu. (*) stm/lia            FOTO: Pendukung Joe Biden/Twitter @timkaine

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X