Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Dunia Internasional Monitor Kontroversi Omnibus Law Cipta Kerja

Internasional
06 Oct 2020
Dunia Internasional Monitor Kontroversi Omnibus Law Cipta Kerja

hariansuara.com, Jakarta - Pengesahan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja jadi UU menuai gelombang protes dari masyarakat terutama kalangan pekerja. Peristiwa yang berujung kegaduhan dengan aksi demonstrasi di sejumlah tempat disorot dunia internasional.

Dari pemberitaan media internasional, terlihat kontroversi UU Cipta Kerja yang memunculkan protes di beberapa daerah. Mulai mahasiswa sampai aksi mogok pekerja buruh dari pemberitaan.

Salah satu media yang menyoroti ini adalah Al Jazeera, media berbahasa Arab dan Inggris yang berbasis di Doha, Qatar. Media ini mengkritisi pengesahan UU Ciptaker yang ditolak kalangan pekerja karena tanpa sosialisasi yang benar oleh pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Dalam artikel berjudul 'Indonesian workers stage protests against new labour laws', Al Jazeera melaporkan aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja terjadi di beberapa daerah. Aksi demo meminta membatalkan pengesahan UU Cipta Kerja.

Laporan itu menyampaikan suara buruh agar pemerintah mendengar aspirasi rakyat. Jangan hanya memprioritaskan investasi.

"Parlemen mengesahkan Omnibus RUU Cipta Kerja 'Omnibus', sehingga mereduksi lebih dari 70 undang-undang. Tujuanya agar mempercepat reformasi ekonomi dan meningkatkan iklim investasi di negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara," tulis Al Jazeera dan dikutip hariansuara, Selasa, 6 Oktober 2020.

Dari Australia seperti The Australian juga melaporkan kontroversi UU Cipta Kerja. Kontroversi ini disampaikan dalam artikel berjudul 'Indonesian unions threaten to go out of new labour law'. 

Bahkan, dalam artikelnya, ditulis perjuangan dan ancaman kalangan buruh untuk demo. Ancaman ini akan memukul perekonomian Indonesia.

"UU baru secara signifikan mengubah kompensasi pekerja seperti pesangon, cuti berbayar, asuransi kesehatan dan hak pensiun," tulis The Australian.

Kemudian, ada media asal Inggris, The Guardian. Kecepatan media ini melaporkan kontroversi kebijakan pemerintah dan parlemen yang tetap nekad menjalankan serta mengesahkan UU Cipta Kerja. Padahal, dalam pembahasan sudah menuai penolakan.

Artikel tersebut dilaporkan The Guardian dalam judul 'Indonesia mass strikes loom over cuts to environmental safeguards and workers' right'. Dalam artikel itu, jutaan buruh siap melakukan aksi mogok sebagai respons protes pengesahan UU. (*) lia/lia       FOTO: Aksi buruh demo di Tangerang/ANTARA-Fauzan

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X