
hariansuara.com, Baghdad - Kecaman dan protes terhadap Prancis beserta Presidennya Emmanuel Macron terus menguat dari negara muslim di dunia. Kecaman itu dipicu pernyataan Macron yang membela pihak yang membuat kartun Nabi Muhammad.
Dikutip hariansuara dari Al Jazeera, Kamis, 29 Oktober 2020, cara Macron itu melukai hati umat muslim di dunia. Gelombang protes marak dan terus terjadi.
Salah satunya aksi di Baghdad, Ibu Kota Irak, massa pendemo mengecam Prancis yang tak peka. Merema meminta Macron untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
Sejumlah warga Irak itu membakar patung Emmanuel Macron. Pun, juga bendera Prancis dibakar di depan Kedubes negara tersebut. Mereka tak terima agama Islam dilecehkan.
"Macron harus minta maaf. Kami tak terima cara dia seperti itu," ujar Ali, salah seorang warga Irak.
Protes lain juga dilakukan di Pakistan dan Bangladesh yang menyerukan boikot produk Prancis. Dengan boikot, diharapkan membuat efek jera Prancis.
Ada lagi aksi di Malaysia yang mengecam Macron dan Prancis. Otoritas Malaysia bahkan mengutuk cara Prancis.
Kemudian, laporan The Guardian, ada juga aksi di Iran yang marak seruan boikot produk Prancis. Salah satu surat kabar Iran menyebut Macron sebagan setan bertanduk asal Paris.
Media Iran pun membeberkan kronologin kekeliruan Prancis yang berawal dari majalah Charlie Hebdo secara kontroversial menerbitkan ulang karikarur Nabi Muhammad. Meski menuai protes, Macron terkesan pasang badan terhadap Majalah Charlie Hebdo.(*) stm/umi FOTO: Emmnanuel Macron/Twitter #EmmanuelMacron
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU