Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

3 Faktor Kuat Joe Biden Bisa Lengserkan Donald Trump

Internasional
09 Nov 2020
3 Faktor Kuat Joe Biden Bisa Lengserkan Donald Trump

hariansuara.com, Washington DC - Joe Biden, capres jagoan Partai Demokrat akhirnya melenggang ke Gedung Putih menggantikan Donald Trump. Biden akan memegang komando pemerintahan AS periode 2000-2024.

Dikutip dari BBC, Senin, 9 November 2020, Biden sudah hampir 50 tahun memegang jabatan publik. Di usia 77 tahun, karir politiknya mencapai puncak dengan menjabat Presiden AS ke-46. 

Jika tak ada hambatan, Biden bersama Wakil Presiden Kamala Harris akan mulai jabat Presiden AS mulai Januari 2021.

Biden dan tim pemenangannya punya strategi khusus yang membuat Trump tersingkir. Merujuk latar belakang, Biden sebelumnya dua kali maju ke Pilpres AS 1987 dan 1998, tapi gagal.

Kini, dengan mengantongi suara elektoral 290, Biden sudah cukup modal jadi orang nomor 1 di negara Paman Sam itu.

Berikut 3 alasan Biden bisa meraih kursi Presiden.

1. Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 di AS kemungkinan kuat jadi alasan sebagian warga AS ingin menggantikan Trump dengan Biden. Harus diakui, posisi AS yang tergerus dengan jumlah kasus positif tertinggi di dunia jadi sorotan internasional.

Trump dinilai gagal mengendalikan Covid-19. Hal ini pun diakui capres Partai Republik itu hari-hari terakhir kampanye.

Pandemi Covid-19 sejauh ini sudah merenggut 230 ribu jiwa di AS. Pun, kehidupan dan sosial politik di negara adidaya itu berubah.

Sebuah jajak pendapat pada Oktober 2020 yang dilakukan Pew Research menunjukkan Biden mendapat 17 poin persentase lebih unggul dari Trump dalam hal kepercayaan atas cara mereka menangani wabah Covid-19.

2. Kampanye sederhana

Sepanjang karier politiknya, Biden mendapat reputasi sebagai politikus yang sering salah bicara. Kesalahan-kesalahan itu menjadi salah satu faktor yang menggagalkan kampanye Pilpres AS pada 1987 dan 2008.

Dalam ikhtiar ketiganya, Biden memang masih beberapa kali salah omong. kesalahan itu tidak begitu sering sehingga tidak pernah menjadi masalah jangka panjang. 

Biden menjadikan pengalaman adalah guru terbaik. Beberapa pernyataannya yang bertolak belakang dengan Trump jadi perhatian publik AS.

Di balik itu, figur Trump justru disorot karena ucapannya. Selain pandemi Covid-19, ia disorot karena aksi demo yang luas imbas kematian pria kulit hitam George Floyd. Pun, persoalan ekonomi yang mendominasi perhatian nasional.

Belum lagi berulangkali gaya komunikasi Trump yang sering mengejek Biden juga disorot. Mungkin dalam situasi itu ejekan "hidin 'Biden" dari Trump akan efektif.

Namun, tim kampanye Biden berusaha untuk tetap tenang dan membiarkan mulut Trump mengkhianati dirinya sendiri. Dan, pada akhirnya, strategi itu berbuah manis.

3. Pokoknya jangan Trump

Sepekan sebelum hari pemilihan, kampanye Biden melalui iklan televisi menayangkan pesan khusus dengan yang ditawarkan pada awal kampanyenya tahun lalu.

"Pemilihan ini adalah "pertarungan untuk jiwa Amerika," ujar Biden.

Ucapan itu berulang kali disampaikan Biden terutama saat kampanye. Tak hanya itu, ia menyinggung kondisi bangsa AS yang digambarkan terpecah-belah sehingga memunculkan kekacauan dalam empat tahun terakhir.

Namun di balik slogan tersebut ada hitung-hitungan sederhana. Biden mempertaruhkan keberuntungan politiknya pada anggapan bahwa Trump terlalu mempolarisasi dan meledak-ledak. Padahal, apa yang dibutuhkan warga Amerika ialah kepemimpinan yang lebih tenang dan stabil.

"Pokoknya saya lelah dengan sikap Trump sebagai pribadi," kata Thierry Adams, warga asli Prancis yang setelah 18 tahun tinggal di Florida memberikan suara untuk pertama kali dalam pemilihan presiden di Miami pekan lalu.

Demokrat sukses menjadikan pemilihan ini referendum untuk Trump. Pesan kemenangan Biden sederhana: Ia bukan Trump.(*) lia/lia           FOTO: Presiden Terpilih AS Joe Biden/REUTERS 

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X