
hariansuara.com, Washington DC - Jelang pelantikan, Presiden terpilih AS Joe Biden melakukan manuver. Politikus Partai Demokrat itu menunjuk penasihat lamanya yakni Ron Klain sebagai Kepala Staf Gedung Putih.
Dikutip hariansuara dari Aljazeera, Jumat, 13 November 2020, sikap politik Biden itu jadi sorotan. Sebab, ia belum resmi dilantik jadi Presiden AS. Pun, hasil resmi pilpres juga belum diumumkan penyelenggara pemilu AS.
Untuk diketahui, Klain merupakan kepala staf saat Biden menjabat wakil presiden di bawah kepemimpinan Barack Obama. Ia dikenal sebagai figur yang biasa mengurus masalah kesehatan.
Munculnya Klain tak mengherankan karena ia berperan selama kampanye Biden. Dengan sepak terjangnya, nama Klain juga sebenarnya sudah diprediksi akan dapat tempat di kabinet pemerintahan Biden.
"Sepak terjang dan kualitasnya dalam berbagai pengalaman di seluruh spektrum politik dibutuhkan sebagai Kepala Staf Gedung Putih saat kita menghadapi momen krisis ini," kata Biden.
Dari catatan, Biden sudah bekerja sama dengan Klain selama beberapa dekade. Biden pekerjakan Klain sebagai penasihat selama kampanye kepresidenan.
Nah, Klain diketahui pernah bekerja untuk Wapres Al Gore selama Bill Clinton jadi Presiden AS.
Salah satu pencapaiannya, Klain punya tugas mengawasi penerapan Undang-Undang Pemilihan senilai US$787 miliar, yang mendorong perekonomian AS.
Dari dinamika politik AS, manuver Biden ini karena sikap capres petahana Donald Trump yang ogah akui hasil pilpres. Trump tak mau meninggalkan Gedung Putih karena beralasan ada kecurangan dalam penghitungan pilpres.
Trump bersikeras melalui tim hukumnya akan melakukan gugatan ke Mahkamah Agung AS. Mereka mau menolak hasil penghitungan di sejumlah negara yang dicurigainya ada kecurangan dalam penghitungan suara. (*) roh/umi FOTO: Presiden terpilih AS Joe Biden/Twitter @joebiden
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU