
hariansuara.com, London - Vaksin Corona Covid-19 buatan China, Sinovac sudah tiba di Tanah Air pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Namun, ada riset bahwa vaksin Covid-19 ternyata cuma bertahan 90 hari. Lah, kok bisa?
Dikutip hariansuara dari Telegraph, ada riset yang dilakukan peneliti bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan hanya memberi kekebalan melawan virus tersebut selama 90 hari.
Merujuk studi yang diterbitkan New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group, lama kekebalan alami vaksin belum sepenuhnya optimal. Studi ini dilakukan setelah regulator Inggris menyetujui vaksin Pfizer BioNtech dua pekan lalu.
Dari riset itu diketahui, kekebalan tubuh bisa bertahan selama tiga bulan atau 90 hari. Namun, optimisme mencuat karena vaksin bisa menekan penularan virus asal China tersebut.
"Ini riset yang kami lakukan karena merujuk waktu kekebalan tubuh setiap orang berbeda. Tapi, waktu tiga bulan jadi hal yang lumrah," demikian laporan yang disampaikan peneliti tersebut.
Meski demikian, perlu diwaspadai karena kemunculan Covid-19 ini akan terus datang walau tubuh seseorang sudah diinfeksi. Maka itu, perlu dilakukan vaksin berulang kali agar pelindungan tubuh bisa optimal selama pandemi belum berakhir.
“Penting setelah vaksin tiga bulan dengan periode tertentu divaksin kembali," tambah laporan tersebut.
Pun, mengutip Aljazeera, Badan Kesehatan Dunia atau WHO merespons positif kemunculan vaksin yang sudah diedarkan berbagai negara. Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebrheyesus mengatakan rakyat global saat ini mulai bisa bermimpi pandemi Covid-19 bisa disetop.
Dia mengatakan demikian karena beberapa uji coba klinik vaksin Covid-19 di sejumlah negara berhasil dilakukan.(*) stm/lia FOTO: Uji klinik vaksin Covid-19/IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU