
hariansuara.com, Khartoum - Amerika Serikat (AS) beri hadiah khusus terhadap Sudan karena sudah menjalin diplomasi bilateral dengan Israel. AS menghapus Sudan dari daftar negara yang mensponsori kegiatan terorisme.
AS selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Israel. Maka itu, terkait Isrel maka negara Paman Sam akan berpartisipasi.
Selain Sudan, AS juga berpartisipasi jadi mediator diplomasi Israel dengan Bahrain, Uni Emirate Arab, dan Maroko.
"Dari AS melalui tembusan ke Kementerian Luar Negeri Sudan sudah memberitahukan penghapusan penunjukan sponsor terorisme negara Sudan. Hal itu sudah berlaku sejak 14 Desember," demikian pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Khartoum, seperti dikutip dari New York Times, Rabu, 16 Desember 2020.
AS pernah bermanuver dengan mengumumkan Sudan dalam daftar negara sponsor terorisme sejak 1993. Alasan AS saat itu lantaran menyembunyikan pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden.
Dengan kebijakan sepihak AS tersebut, Sudan terkena imbasnya dalam pergaulan internasional. Negara yang masuk bagian Afrika Utara itu dikucilkan.
Merespons itu, PM Sudan, Abdalla Hamdok mengapresiasi AS yang menghapus negara yang dipimpinnya dalam daftar negara penyokong teroris.
"Kami bersyukur karena bisa bergabung kembali dengan komunitas internasional sebagai negara damai yang mendukung stabilitas setelah hampir tiga dekade terisolasi," kata Abdalla.
Sementara, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kebijakan penghapusan status Sudan jadi sejarah penting. Ia mendukung kondisi kebaikan untuk rakyat Sudan.
"Kami ingin memuji seruan rakyat Sudan untuk kebebasan, perdamaian dan keadilan," jelas Pompeo. (*) nis/stm FOTO: Pasukan Israel di Gaza/@ChristineJamies
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU