Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Pakar Komunikasi Strategis: Pekerja Informal Cenderung Santai Hadapi Covid-19

Internasional
01 Nov 2021
Pakar Komunikasi Strategis: Pekerja Informal Cenderung Santai Hadapi Covid-19

hariansuara.com, Malang - Para pekerja sektor informal menganggap Covid-19 sebagai hal yang 'wajar' seperti penyakit umumnya. Karena itu, mereka cenderung lebih santai menghadapi pandemi.

Demikian disampaikan pakar Komunikasi Strategis Universitas Brawijaya, Dr Bambang Dwi Prasetyo dalam sesi plannery speaker pada Brawijaya Communication International Conference 2021 yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) pada 28 Oktober 2021.

Bambang mengatakan, itulah hasil penelitian terkait pemahaman terhadap Covid-19 di Kota Malang dengan subyek penelitian pekerja informal dari lapisan masyarakat dengan tingkat ekonomi dan pendidikan menengah ke bawah. 

Pandemi Covid-19 masih diterima sebagai hal yang 'wajar' seperti penyakit pada umumnya, sehingga masyarakat di sektor informal pun cenderung tidak panik menghadapinya.

Salah satu faktor penyebabnya, karena kebutuhan ekonomi. Mereka harus tetap bekerja untuk melangsungkan hidup. Jadi, mempertahankan faktor ekonomi, menurut mereka, jauh lebih penting.

Selain itu, pekerja informal kerap melihat para pejabat abai terhadap protokol kesehatan Covid-19 sehingga memengaruhi pemahaman mereka terhadap pandemi Covid-19. 

"Tokoh masyarakat yang masih juga melanggar protokol kesehatan memengaruhi pemahaman mereka akan bahaya Covid-19," dikatakan  Bambang.

Ditambahkannya, gambaran yang terjadi pada pekerja informal merupakan gap information. Diajakny para ilmuan komunikasi untuk memperbaiki gap tersebut.

"Ini menjadi pekerjaan bersama, khususnya para akademisi Ilmu Komunikasi terutama dalam mengurangi gap information atau kesenjangan informasi yang selama ini masih mengalami distorsi," katanya. (*) Narahubung: Wifka Rahma Syauki, M.Si           

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X