
hariansuara.com - Benar kata orang bijak, passion atau gairah membuat seseorang mampu melakukan hal yang dianggap muskil oleh kebanyakan orang. Pasalnya, passion itu bersumber dari hati, lalu secara ‘ajaib’ mengkristalkan tekad dan semangat melahirkan superpower untuk mewujudkan sesuatu yang luar biasa.
Begitulah kiranya pelajaran hidup yang bisa dipetik dari seorang Linda Owens. Warga California, Amerika Serikat yang kini berumur 78 tahun ini punya passion jadi ibu asuh bagi bayi yang baru lahir. Biasanya selama dua tahun bayi-bayi itu dirawatnya sebelum kemudian diserahkan kepada orang tua kandung atau ayah dan ibu angkat.
Linda berbeda dari wanita sebayanya yang rata-rata sudah lemah dan tak gesit lagi motoriknya. Mereka tak sanggup merawat bayi baru lahir. Sebab, memang tidak mudah melakukannya. Harus bangun tengah malam membuatkan susu formula, mengganti pampers, lalu menina-bobokan bayi sampai tertidur lagi.
Namun, dengan passion-nya mengasuh bayi, Linda tidak begitu. Ia tetap saja aktif dan sigap merawat anak asuhnya yang baru berumur hitungan hari atau bulan. Rasa lelahnya pupus dengan melihat senyum si bayi. Kurang tidur?
Tentunya. Tapi dengan pengalaman lebih dari 59 tahun mengasuh bayi, Linda paham cara menyiasati waktu. Begitu bayi terlelap, ia langsung manfaatkan momen berharga itu untuk membayar utang tidur. Di samping menjaga stamina tubuh tetap prima dengan mengonsumsi asupan bergizi seimbang, vitamin dan suplemen.
Cita-cita Sejak Remaja: Jadi Ibu Asuh Bayi
Mengutip dari AARP, Linda Owens mengaku sejak remaja sudah tertarik pada bayi. Lulus sekolah menengah, ketika teman-temannya berburu perguruan tinggi terbaik di Amerika Serikat, ia putuskan bekerja, sambil jadi pengasuh bayi ketika orang meminta jasanya. Mengasuh bayi adalah cita-citanya, passion-nya.
Ia tak seperti remaja muda umumnya. Ia mengaku enggan membangun keluarga. Ia merasa lebih bahagia bisa merdeka merawat bayi, tanpa harus berbagi waktu dengan pasangan. Bayi segalanya buat Linda.
Sementara itu Linda bekerja di toko grosir 21 tahun sudah. Tepatnya pertengahan 1980-an, ia berada di persimpangan. Titik balik yang menentukan langkahnya untuk seumur hidupnya ke depan.
Kala itu ia melihat beberapai kali seorang pembeli menggendong bayi yang berganti-ganti. Disapanya perempuan itu, dan ternyata seorang ibu asuh. Passion-nya menggemuruh. Sampailah ia pada satu keputusan: Berhenti kerja untuk full jadi pengasuh bayi.
“Ada prosedur yang harus dilalui, termasuk mengikuti pelatihan dan pemeriksaan keamanan. Tahun 1987 sesudah Thanksgiving, momen bersejarah datangnya bayi pertama yang saya asuh. Sejak itu sampai kini, total 83 bayi yang sudah saya asuh. Semuanya, satu demi satu, membekas di hati saya,” ujar Linda Owens seperti disampaikan pada penulis Robin Westen.
Tak Mudah Merawat Bayi yang Baru Lahir
Linda berbagi pengalaman. Ada kisah miris ketika ia harus mengurus bayi-bayi dengan latar kehidupan awal yang sulit. Misalnya, bayi lahir dengan berat badan rendah, tak sampai 2,5 Kg karena terpapar obat-obatan atau minuman keras saat dalam rahim.
“Mesti ekstra hati-hati dan telaten merawat bayi seperti ini. Setiap beberapa jam sekali bayi mesti diberi susu, dijaga agar tidak tersedak. Intinya, menyelamatkan nyawa bayi yang sangat kecil dan ringkih ini,” lanjut Linda.
Dua tahun merawat bayi pastinya menciptakan jalinan batin yang erat antara dirinya dengan sang bayi. Linda tidak menampik hal itu.
“Saat berpisah, saya cium di dahi bayi asuh saya. Mendoakannya kelak hidup bahagia. Setidaknya, saya sudah memberikan rasa aman dan trust yang menjadi bekal bagi mereka bertualang di dunia ini selanjutnya. Saya bersyukur bisa merawat bayi-bayi ini. Mereka generasi penerus masa depan,” tandas Linda Owens, bahagia. (*) Melia Hapsarani/MTS Foto: Jake Stangel/AARP
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU