
hariansuara.com - United Cities and Local Government (UCLG ASPAC) atau Dewan Pimpinan Persatuan Pemerintah Kota dan Daerah Se-Asia Pasifik mendapat banyak permintaan dari pemerintah daerah di Asia Pasifik yang berambisi menjadikan kota-kota global terdepan di dunia.
Secara aktif, UCLG ASPAC pun merespons komitmen ambisius tersebut dengan mendirikan Cities and Local Government (CLG) Institute sebagai kepanjangan tangannya. CLG Institute ini berkiprah membantu pemerintah daerah di Asia Pasifik membuat kebijakan pembangunan perkotaan berbasis fakta dan data. Digadang kelak terwujud Kota Pintar, komit melaksanakan transisi hijau, berkelanjutan (sustainable), tangguh dan berketahanan terhadap perubahan iklim, serta cepat merespons bencana.

Untuk mengokohkan peran CLG Institute sebagai lembaga pemikir terkemuka dalam membangun perkotaan di Asia Pasifik yang tangguh dan inovatif, Gubernur Provinsi Quirino, Dakila Carlo E Cua, selaku Presiden UCLG Asia Pacific, bersama Co-President UCLG, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, memberikan mandat kepada Prof. Ir. Bambang Susantono, M.C.P., M.S.C.E., Ph.D. menjadi Kepala CLG Institute.
Di hadapan Gubernur dan Wali Kota/Kepala Daerah yang hadir pada Forum Ketahanan Iklim dan Inovasi atau Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025 di Jakarta Rabu lalu, Gubernur Cua menjelaskan peran sentral CLG Institute dalam memberdayakan pemerintah daerah melalui pengetahuan, mempertajam tata kelola melalui fakta dan data, serta mengatalisasi pembangunan regional melalui kolaborasi.
Sebagai kepanjangan tangan UCLG Asia Pacific, tandasnya, CLG Institute dapat membantu pemerintah daerah jadi berdaya dalam mengejar ketertinggalan membangun wilayahnya sesuai realita yang ada. Sekaligus menjawab tantangan saat ini yang lebih kompleks dari sebelumnya. Sebut saja, mulai dari guncangan iklim, ketidaksetaraan, urbanisasi yang pesat sampai disrupsi digital.
CLG Institute ini akan membantu pemerintah daerah beralih dari retorika menjadi hasil yang nyata, dari visi menjadi transformasi. Dapat membantu terbangunnya kota pintar dengan menerapkan digitalisasi pada pelayanan publik, mengganti model kebijakan pola lama, sekaligus menguatkan sumber daya yang terbatas, serta menangani data-data yang terurai.

Mengutip sambutan Gubernur Cua, "CLG Institute dibentuk oleh dan untuk pemerintah daerah, independen, namun kolaboratif, dan berorientasi masa depan. Jadi, CLG Institute lebih dari sekadar wadah pemikir, melainkan merupakan undangan bagi mitra pembangunan, universitas, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk berkolaborasi serta memberikan keahliannya."
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggarisbawahi krusialnya masalah perubahan iklim. Kota penting sekali memiliki kiat menghadapi perubahan iklim, sekaligus beradaptasi pada dampak yang ditimbulkannya.
Dipilihnya Dr. Bambang Susantono untuk memimpin CLG Institute dinilai sangatlah tepat. Sebab, eks Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) ini bisa memainkan peran kunci dalam memandu misi CLG Institute, serta berpengalaman banyak dalam tata kelola perkotaan, perencanaan dan pengembangan kota-kota masa depan, pembangunan berkelanjutan, serta memiliki kepemimpinan strategis.
Diharapkan, dari CLG Institute ini lahir ide-ide inovatif bagi kota-kota di seluruh kawasan Asia Pasifik dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada saat ini, sekaligus menjawab tantangan masa depan. Dengan demikian, kelak terbangun perkotaan global di Asia Pasifik yang lebih layak huni dan berkelanjutan.
Dr. Bambang Susantono sendiri merasa sangat terhormat dengan mandat baru untuk memimpin CLG Institute. Sekaligus bersemangat untuk melakukan proses publikasi penelitian, tinjauan kebijakan, studi kasus, dan jurnal. Pun, menjalankan proses pengawasan pengembangan program pelatihan dan peningkatan kapasitas yang dirancang untuk memberdayakan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di seluruh Kawasan Asia Pasifik.
“Kota-kota di Asia Pasifik menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, mulai dari perubahan iklim hingga urbanisasi yang pesat. Saya yakin, melalui penelitian yang aktif, kolaborasi yang kuat, dan fokus pada solusi inovatif, CLG Institute dapat menjadi katalisator bagi kota-kota untuk menjadi lebih layak huni, modern, dan berkelanjutan," ujar Dr. Bambang Susantono, yang juga Guru Besar Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Diponegoro,
"Saya berharap dapat bekerja sama dengan mitra dan pemangku kepentingan untuk mencapai visi ambisius ini.” (*) MTS Foto: @bambangsusantono
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU