Jakarta - Kalangan pecinta batik nusantara pastilah tidak asing dengan nama yang satu ini. Ya, Batik Keris, usaha dagang yang didirikan kali pertama di Solo ini dapat dikatakan usaha batik yang berhasil bertahan melawan waktu.
CEO Batik Keris, Handianto Tjokrosaputro mengatakan Batik Keris umurnya hampir seratus tahun jika dirunut dari awal Batik Keris ini berdiri, yaitu sekitar tahun 1920-an. Memulai dari home industri, seperti lazimnya keluarga cina yang memiliki usaha. Usaha itu pastilah perusahaan keluarga. Setelah kakeknya, usaha dilanjutkan ke ayahnya yang mulai kerja di tahun 1948.
Saat ayahnya mengurusi, Batik Keris masih bersifat home industry dan kala itu lokasinya di Nonongan. Solo. Pabrik itu pun merangkap juga sebagai rumah bagi Handi dan keluarga." Cita-cita ayah saat itu, bagaimana orang di indonesia semuanya memakai batik." tuturnya dalam acara diskusi Batik dan Habibie di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu, (13/8/2016).
Hadiyanto berkata, ayahnya cukup mengerti sebagai seoarang produsen batik, tidak mungkin bisa membuat semua karena sifatnya batik yang tradisional.
Di tahun 1970-an ayahnya kemudian gencar berpromosi. Salah satunya dengan menyelenggarakan fashion show di Hotel Ambrukmo, hotel prestisus saat itu bahkan sampai ikut pameran diluar negeri.
Tak tangung-tangung, Batik Keris memberanikan diri untuk buka showroom di Perancis tahun 1970-an. Dan mencapai puncaknya pada tahun 1972, Batik Keris beranikan diri buka di Sarinah. Sarinah bisa dibilang satu-satunya mal di Jakarta waktu itu sangat disupport oleh Ali Sadikin dan Tien Soeharto.
Hanya saja, bisnis Batik Keris tidak terlalu mocer untungnya. Tetapi dapat terus bertahan karena keyakinan dari para pengurusnya.
Handi bercerita di tahun 1984, ia masuk mengurusi usaha keluarganya setelah selesai menempuh pendidikan. Dan langsung disuruh bantu perusahaan, bukan hanya batik tetapi juga usaha garmen, dan tekstil." Usaha kita dalam perkembangan waktu tidak hanya batik saja tetapi merambah sektor lainnya" tutur hadi
Awalnya menyita waktu karena fokusnya di eksport garmen bukan batik keris. “ Batik ini terlalu membuang energi sempat saudara-saudara mengatakan itu. Tapi Ibu saya tidak setuju jadi harus tetap diteruskan. Jadilah sampai sekarang batik keris dapat bertahan.” tuturnya.
"Saya cinta batik karena dari keluarga dari dulu sudah usaha batik" katanya. Saat ini Batik Keris memiliki lebih dari 27 gerai di seluruh Indonesia.
Di tahun 2012 lalu, Batik Keris pernah bekerja sama dengan Disney. Berkolaborasi dengan Batik Keris, koleksi kain batik dan busana bertema Disney dan batik pun dibuat. Hasilnya adalah perpaduan motif yang unik. Ada koleksi busana untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa. Tersedia pula bahan batik yang dapat dibuat dengan kreasi sendiri.
“Disney memang melekat dengan anak-anak, tapi Batik Keris membuat desain dan warna yang lebih fresh dan colorful dari batik biasa. Dapat digunakan oleh orang dewasa juga. Walaupun warna-warna yang digunakan cerah, namun kekhasan batiknya tidak hilang,” ujarnya.
Menyinggung soal harga batik yang bervariasi, Handi berujar harga baju batik tidak semuanya mahal. “Membuat batik kan prosesnya lama, batik tulis motifnya sangat halus. Harganya pun mahal. Namun ada juga batik yang harganya murah, harga juga ditentukan oleh bahan kain batiknya itu sendiri” pungkasnya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU