
Di suatu siang hariansuara menjumpai Winni Wahyuni, Director of Sales & Marketing Hotel Aston Braga yang terletak di lokasi strategis di Kota Bandung, Jawa Barat. Ramah, hangat dan bersahabat, itulah kesan yang menonjol pada dirinya. Tak terlihat betapa tidak ringannya target pekerjaan yang harus dicapainya dalam keseharian. Tugas yang utama adalah bertanggung jawab untuk memaksimalkan revenue dari segala produk hotel dan mengoptimalkan segala bentuk promosi agar hotel menjadi lebih terkenal dan dirujuk oleh segala market.
Winni sangat menikmati karirnya di perhotelan. Terbukti, sudah 20 tahun lamanya ia menggeluti dunia perhotelan. Dimulai pada 1997, ia pertama kali bergabung di sebuah chain perhotelan besar. Penyuka kombinasi warna ungu-hijau ini merintis karirnya sebagai operator, lalu berturut-turut perusahaan mempromosikan dirinya ke bagian reception, kasir, guest relation officer, hingga sekarang duduk di pucuk pimpinan di Divisi Sales and Marketing Hotel Aston Braga.
“Saya mulai dari operator, yang pekerjaannya hanya mengangkat telepon masuk. Memang harus sabar ya, tekun dan mau belajar untuk bisa naik ke tingkat karir yang lebih tinggi,” ujar pengidola Nabi Muhammad SAW ini.
Banyak suka duka dilalui perempuan kelahiran Bogor, 23 April 1978 ini. Tetapi baginya, lebih banyak suka daripada dukanya. “Dalam keseharian, saya bisa bertemu kolega atau klien dari berbagai latar kebudayaan dan kebiasaan. Kemudian, membuat Hotel Aston Braga lebih dikenal luas dan menarik tamu untuk membeli produk hotel kami juga tak kalah menyenangkan bagi saya,” ujar Winni, penuh semangat.
Menengok ke belakang, Ibu dari dua putri—Nayla Aulia Zahra Feitsma dan Khayla Almira Maritza Feitsma—ini mengaku tak pernah merancang dirinya menjadi insan perhotelan. Ia malah bercita-cita ingin menjadi guru, makanya selulus Sekolah Menengah Keterampilan jurusan Perjalanan Wisata, ia kuliah Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Bahasa (FIB). “Tidak nyambung ya dengan perhotelan…,” ujarnya sambil tertawa riang.
Winni bersyukur pada Allah yang telah menunjukkannya jalan menemukan passion berkarir di perhotelan. Dengan menyunggi motto ‘Bekerja Keras dan Mau Belajar’, ia menekuni seluk-beluk pekerjaan di bidang perhotelan secara langsung. Learning by practice, katanya.
“Bekerja di perhotelan adalah menjual JASA, jadi modal utamanya, keramahtamahan. Selain itu tidak pernah berhenti belajar, menghormati lingkungan dan senior, bisa bekerja sama dalam tim dan siap bekerja keras,” lanjut Winni, meyakinkan generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya berkarir di perhotalan.
Menurut Winni, apa yang diraihnya sekarang tak lain berkat dukungan banyak orang. Pastinya, Ayah-ibunya—H M Djaman (Alm) dan Hj Siti Ulyanah—yang berpikiran luas. Masih diingatnya, bagaimana orang tua ikhlas mengizinkan putrinya bekerja di hotel. Maklum, kala itu konotasi perempuan yang bekerja di hotel masih buruk. Kemudian, setelah menikah, supporter setianya adalah sang suami, Anton Jaques H Feitsma, dan kedua putri yang dicintainya. “Yang pasti dan utama adalah Allah SWT. Semoga selamanya Allah menuntun saya ke jalan kebenaran yang terbaik.” (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU