Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Sepak Terjang Muslim Kasim, `Bapak Batu Akik` Sumbar

Sosok
12 Feb 2017
Sepak Terjang Muslim Kasim, `Bapak Batu Akik` Sumbar

 

Padang - Muslim Kasim, mantan Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015 kini telah wafat. Namun namanya sebagai Bapak Batu Akik Sumbar yang pernah disematkan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Padang tidak akan dilupakan.

 

Gelar itu adalah wujud kepeduliannya pada ekonomi kreatif terutama pada usaha kecil menengah (UKM). Kepedulian yang sangat besar itu terlihat dari sepak terjangnya selama ini.

 

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Manajemen dan Konsultasi (1995-1998) dan Ketua Muzakarah Pariwisata Nasional Dalam Rangka Pemberdayaan Ekonomi Umat di Bidang Pariwisata, Denpasar (1998).

 

Sejak masih menjadi mahasiswa di jurusan Akutansi, Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada tahun 1960-an ia telah memulai usaha.

 

Penyematan itu Bapak Batu Akik Sumbar itu pada 5 April 2015. Saat itu, Kepala LPP RRI Padang Mirza Musa mengatakan pemberian gelar tersebut, berdasarkan kesepakatan dari pengunjung yang hadir selama pelaksanaan ajang tersebut.

 

Penghargaan itu memacu untuk menjadikan Kota Padang sebagai sentra batu akik termegah di Sumatera. Mengingat potensi di provinsi tersebut bernilai tinggi dan peminatnya saat itu ternyata sangat banyak.

 

Keindahan dan keunikan batu akik yang dimiliki Sumbar, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke daerah itu.

 

Pada saat menjabat sebagai wagub, dia pernah mengingatkan masyarakat di Provinsi Sumbar untuk menyiapkan diri agar bisa bersaing mengharapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

 

Dalam bidang ekonomi menurut dia, MEA memungkinkan setiap negara di Asean melakukan perdagangan dengan bebas dan mudah ke negara lain.

 

Hal tersebut harus dihadapi dengan meningkatkan kualitas warga, termasuk Padang Panjang.

 

"Bisa saja orang dari Malaysia, Singapura dan Filipina datang membuka toko dan berdagang di Padang Panjang. Karena persyaratan menjadi sangat mudah dan maka persaingan pun menjadi ketat, jangan sampai pedagang lokal atau UKM Padang Panjang kalah," katanya.

 

Ia mengatakan hal tersebut juga berlaku untuk bidang ketenagakerjaan. Karena pasar tenaga kerja juga terbuka luas dan tenaga kerja asing akan menyerbu masuk ke Padang Panjang.

 

Pemerintah harus menghadapi hal tersebut dengan persiapan yang matang, supaya tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

 

Mungkin bagi Muslim Kasim pentingnya penguatan sektor UKM dan ekonomi kreatif itu tidak terlepas dari darah daging orang Minang yang berwirausaha. Jika tidak dikuatkan oleh pemerintah maka oleh siapa lagi sektor tersebut akan kuat.

 

Muslim Kasim meninggal dunia pada Sabtu (11/2) pukul 21.45 WIB, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

 

Mantan Bupati Padangpariaman dua periode tersebut mengembuskan napas terakhir di usia 75 tahun, setelah dirawat selama 15 hari.

 

Jenazah diterbangkan ke Padang, Sumbar pada pukul 06.00 WIB setelah berangkat dari RSPAD ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 03.00 WIB.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X